Puluhan Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Jateng Dihentikan Sementara, Ini Penyebabnya
Sebanyak 22 dapur program Makan Bergizi Gratis di Jawa Tengah dihentikan sementara karena belum memiliki IPAL dan sertifikat sanitasi.
Guetilang.com - Sebanyak 22 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah untuk sementara dihentikan operasionalnya. Penghentian ini dilakukan karena sejumlah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut dinilai belum memenuhi standar kelayakan, terutama terkait sanitasi dan pengelolaan limbah.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan, beberapa SPPG terpaksa ditutup sementara karena belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) maupun Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Selain itu, ada pula dapur yang kualitas menu makanannya dianggap belum memenuhi standar yang ditetapkan.
Menurutnya, penutupan sementara ini merupakan langkah perbaikan agar pelayanan program makan bergizi tetap terjaga kualitasnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar jumlah dapur yang beroperasi, tetapi juga memastikan standar keamanan pangan dan kebersihan terpenuhi.

Pelaksanaan Rakor MBG Jawa Tengah (Sumber: Liputan6.com)
Secara nasional, BGN mencatat sedikitnya 430 SPPG di berbagai daerah yang juga diminta menghentikan operasional sementara karena masalah kualitas. Dari jumlah tersebut, 22 di antaranya berada di Jawa Tengah dan menjadi perhatian khusus karena berbagai persoalan teknis yang perlu dibenahi.
Meski demikian, Jawa Tengah tetap menjadi salah satu provinsi dengan jumlah dapur MBG terbanyak. Hingga kini tercatat sekitar 3.860 SPPG telah beroperasi dan berperan menyalurkan program makan bergizi bagi masyarakat.
Pemerintah pun mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan program tersebut. Jika ditemukan dapur yang tidak memenuhi standar kebersihan, tidak memiliki IPAL, atau menyajikan menu di bawah standar, masyarakat diminta segera melaporkan agar dapat segera ditindaklanjuti.
Baca Juga: Kado Hari Jadi Purworejo ke-195, Pemkab Hapus Denda Pajak Daerah Selama Maret