Lurah Losari Akui Sempat Ragu Jalankan Program, Kini Gaspol Dorong Desa Cetak Owner
Lurah Losari mengaku sempat ragu menjalankan program karena takut salah tafsir. Namun setelah mendapat penjelasan dari LO CGI Malang, Bapak Erdy, tentang konsep WADI sebagai “pabrik cetak owner”, ia langsung bergerak. Kopwan Matisuri diaktifkan kembali dan Losari ditargetkan menjadi blueprint desa digital di Singosari, berawal dari spanduk “Cyber Digital Center” di Coffee Sakura.
Guetilang.com - Malang, 3 Mei 2026 Sebuah spanduk putih berukuran 50x100 cm bertuliskan “Cyber Digital Center” yang terpasang di pagar Coffee Sakura, Losari, Singosari, menjadi pemantik kebangkitan ekonomi desa.
Inspirasi tersebut mendorong pergerakan dari berbagai pihak, termasuk Liaison Officer (LO) CGI Malang, Bapak Erdy, yang juga merupakan Praktisi Hypnoheart Indonesia sekaligus Koordinator Warkop Digital Kabupaten Malang. Ia turun langsung ke lokasi untuk melihat potensi yang ada.
Kegiatan diawali dengan koordinasi di Coffee Sakura milik Mas Affan, seorang barista yang dikenal low profile namun ternyata juga pemilik usaha tersebut. Dari pertemuan itu, Tim Warkop Digital Kabupaten Malang kemudian melanjutkan kunjungan ke Kantor Lurah Losari.
Dalam pertemuan tersebut, Lurah Losari menyampaikan pengakuan jujurnya terkait kondisi yang selama ini terjadi.
“Saya tidak berani mengintervensi program magang Kemenaker karena belum ada arahan resmi dari WADI. Saya khawatir salah menafsirkan program,” ujarnya.

Dari Keraguan Menuju Aksi Nyata
Setelah mendapatkan penjelasan langsung dari Bapak Erdy mengenai konsep WADI (Warkop Digital) sebagai “pabrik cetak owner” serta potensi optimalisasi Koperasi Wanita, Lurah Losari langsung menunjukkan komitmen untuk bergerak.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengaktifkan kembali Kopwan Matisuri Losari yang sebelumnya sempat berjaya pada tahun 2018. Penguatan ini akan didukung oleh Erlin Sulistyawati, selaku Ketua Koordinator Warkop Digital Malang Raya sekaligus Ketua Asosiasi Kopwan se-Malang Raya.
Peran Hypnoheart: Membangun Mental Owner
Sebagai Praktisi Hypnoheart Indonesia, Bapak Erdy menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat desa.
Menurutnya, desa tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi juga healing mindset dari mental buruh menuju mental owner. Ia juga menegaskan bahwa internet adalah “jalan tol”, sementara WADI adalah “pabriknya”.
Tanpa adanya sistem produksi (pabrik), desa berpotensi hanya menjadi pasar bagi aktivitas negatif seperti judi online dan pinjaman online.
Jejak Magang Jadi Awal Kebangkitan
Program magang dari Kementerian Ketenagakerjaan di Coffee Sakura memang telah selesai. Namun, para peserta meninggalkan simbol penting berupa spanduk Cyber Digital Center yang kini menjadi titik awal pergerakan.
Spanduk tersebut dipasang sekitar satu minggu sebelum program berakhir, dan kini menjadi blueprint awal pengembangan desa digital di Losari.

Sinergi Menuju Desa Digital
Empat pilar utama, yaitu LO CGI, Pemerintah Desa Losari, ASKOMARA, dan WADI, sepakat untuk bersinergi dalam mewujudkan Losari sebagai Blueprint Desa Digital pertama di Singosari.
Perubahan pun mulai terlihat—dari keraguan menjadi gerakan nyata, dari simbol sederhana menjadi langkah strategis menuju kemandirian ekonomi desa.
Ajakan Kolaborasi
Losari telah memilih untuk menjadi pemain dalam transformasi digital desa. Langkah ini diharapkan dapat menginspirasi desa-desa lain untuk turut bergerak.
Bagi yang ingin berkolaborasi dalam program Desa Digital, dapat menghubungi:
WA Kopwan P.A.J: 0812-1702-8090 dengan format pesan “Desa Saya Mau #WADI”.