Jalan Sehat dan Baksos GSJA Wilayah 1: Perkuat Raga, Eratkan Persaudaraan dengan Warga

Jalan sehat dan bakti sosial GSJA Wilayah 1 BPD 1 Jatim bersama warga sekitar.

Jalan Sehat dan Baksos GSJA Wilayah 1: Perkuat Raga, Eratkan Persaudaraan dengan Warga
Bakti Sosial Bagi Warga Sekitar (Pemeriksaan Kesehatan Gratis)
Jalan Sehat dan Baksos GSJA Wilayah 1: Perkuat Raga, Eratkan Persaudaraan dengan Warga
Jalan Sehat dan Baksos GSJA Wilayah 1: Perkuat Raga, Eratkan Persaudaraan dengan Warga
Jalan Sehat dan Baksos GSJA Wilayah 1: Perkuat Raga, Eratkan Persaudaraan dengan Warga
Jalan Sehat dan Baksos GSJA Wilayah 1: Perkuat Raga, Eratkan Persaudaraan dengan Warga
Jalan Sehat dan Baksos GSJA Wilayah 1: Perkuat Raga, Eratkan Persaudaraan dengan Warga

SURABAYA – Kawasan Jalan Ambengan tampak lebih ramai dari biasanya pada Jumat pagi (1/5). Sebanyak 600 peserta yang terdiri dari jemaat GSJA Wilayah 1 dan warga sekitar berkumpul di GSJA Eben Haezer untuk mengikuti jalan sehat lintas generasi. Namun, acara kali ini tidak sekadar olahraga; aksi kemanusiaan berupa bakti sosial turut menjadi magnet utama.

Acara yang menempuh rute 3 kilometer ini dibuka secara resmi oleh Pdt. Markus Indrianto (Wakil Ketua BPD 1 Jatim GSJA) dan dilepas oleh Pdt. Hariadi Winantea (Wakil Gembala GSJA Eben Haezer). Pdt. Windu Winarso, Ketua Wilayah 1, menjelaskan bahwa inklusivitas menjadi semangat utama kegiatan ini. "Ada 500 jemaat GSJA Wilayah 1 dan 100 warga sekitar yang ikut. Pesertanya beragam, dari balita usia 3 tahun sampai lansia usia 80 tahun," ujarnya.

Semangat itu tercermin pada sosok Paulus (80). Meski menjadi salah satu peserta tertua, ia tetap antusias menyelesaikan rute bersama istrinya. "Saya senang, Pak. Sambil olahraga, pelan-pelan saja yang penting sampai," ungkap Paulus dengan senyum lebar.

Usai mencapai garis finish, warga tidak langsung pulang. Panitia telah menyiapkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian sembako bagi warga sekitar. Tak tanggung-tanggung, baksos kesehatan ini diperkuat oleh tim medis profesional yang terdiri dari 7 dokter dan 10 tenaga kesehatan yang melayani secara sukarela.

"Kami ingin kehadiran kami memberikan manfaat nyata. Selain badan sehat dengan jalan pagi, warga juga bisa memeriksakan kondisi kesehatannya secara cuma-cuma dan pulang membawa bantuan sembako," tambah Pdt. Windu Winarso. (Agus Sugiarta)