Mati Suri 8 Tahun, Kopwan Dewi Sartika Losari Bangkit Dari Kubur
Kopwan Dewi Sartika Losari bangkit setelah mati suri 8 tahun, dorong UMKM dan lawan rentenir lewat kolaborasi koperasi dan digitalisasi desa.
GUETILANG.COM – Koperasi Wanita (Kopwan) Dewi Sartika Kelurahan Losari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, yang sempat mati suri sejak 2018, kini resmi bangkit kembali pada Februari 2026. Kebangkitan ini digagas oleh Lurah Losari, Wawan Sudarmono, sebagai langkah nyata melindungi warga dari praktik rentenir dan bank tithil.
Momentum kebangkitan ini terungkap dalam pertemuan strategis di Aula Kantor Kelurahan Losari, Jalan Suropati No. 157, Senin (4/5/2026). Pertemuan tersebut menghadirkan Tim Koordinator Warkop Digital (WADI) Malang yang diwakili Erlin Sulistyawati, serta jajaran pengurus koperasi dan perangkat kelurahan.
Dalam sambutannya, Wawan menegaskan pentingnya peran koperasi sebagai solusi keuangan mikro bagi masyarakat.
“Melalui Kopwan, pelaku UMKM bisa mendapatkan akses pinjaman yang sehat tanpa harus terjebak rentenir. Ini langkah nyata melindungi warga,” tegasnya.
Saat ini, Kelurahan Losari memiliki dua kekuatan ekonomi, yakni Kopwan Dewi Sartika dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang telah terbentuk sejak 2025. Keduanya diharapkan dapat berjalan beriringan dalam memperkuat ekonomi masyarakat.

Bangkit Setelah Vakum
Berdasarkan data Dinas Koperasi Kabupaten Malang, Kopwan terakhir melaksanakan RAT pada 2018. Artinya, koperasi tersebut tidak aktif selama delapan tahun.
Namun setelah dilakukan reorganisasi total pada awal 2026, Kopwan mulai menunjukkan perkembangan positif. Dalam waktu sekitar dua bulan, koperasi ini berhasil menggulirkan dana sebesar Rp5 juta yang dihimpun dari anggota.
“Jangan terjebak masa lalu. Fokus pada masa depan dan semangat koperasi: dari, oleh, dan untuk anggota,” pesan Wawan.
Didorong Kolaborasi dan Digitalisasi
Kebangkitan Kopwan juga diperkuat melalui kolaborasi dengan ASKOMARA dan WADI. Erlin Sulistyawati menegaskan pihaknya siap mendampingi pengurus dalam pengelolaan koperasi.
“Kami akan bantu dari sisi manajemen, pembukuan, hingga strategi pemberian pinjaman yang sehat agar koperasi berjalan profesional,” ujarnya.
Selain itu, Pemerintah Kelurahan Losari juga mengembangkan komunitas jual beli online yang telah diikuti lebih dari 300 warga. Inisiatif ini didukung dengan pemanfaatan layanan internet satelit Starlink guna memperkuat digitalisasi ekonomi desa.

Menuju Desa Lawan Rentenir
Sinergi antara pemerintah kelurahan, Kopwan, KDMP, WADI, dan ASKOMARA menjadikan Losari sebagai percontohan gerakan “Desa Lawan Rentenir” di Kecamatan Singosari.
Model ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain sebagai solusi konkret dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis koperasi.
“Ini baru awal. Dari Losari, kita buktikan koperasi bisa bangkit dan rentenir bisa ditinggalkan,” tutup Erlin.