Pemprov Jawa Tengah Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih Hadapi Kemarau 2026
Pemprov Jateng siapkan 123 juta liter air bersih untuk antisipasi kekeringan di 18 daerah jelang musim kemarau 2026.
Guetilang.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau tahun 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyiapkan sekitar 123 juta liter air bersih yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak kekeringan.
Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota untuk memetakan daerah rawan kekeringan. Dari hasil pemetaan tersebut, diperkirakan terdapat 18 kabupaten/kota yang berpotensi terdampak, dan seluruh kebutuhan air bersih sudah disiapkan untuk didistribusikan.
Meskipun saat ini beberapa wilayah di Jawa Tengah masih mengalami hujan, Pulau Jawa diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada bulan Juni. Kondisi ini disebut-sebut akan mirip dengan situasi pada tahun 2024, di mana saat itu distribusi air bersih mencapai 54 juta liter.

Selain menyiapkan cadangan air, pemerintah juga telah memetakan sistem distribusi, termasuk sarana dan prasarana yang digunakan. Namun demikian, BPBD masih melakukan perhitungan terkait biaya distribusi, terutama karena adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi yang berpengaruh pada operasional di lapangan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menambahkan bahwa koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota terus dilakukan untuk memastikan kesiapan menghadapi musim kemarau. Pemerintah provinsi juga akan menggandeng sejumlah BUMD guna membantu mengurangi dampak kekeringan, tidak hanya dalam penyediaan air bersih, tetapi juga untuk menjaga ketahanan pangan di daerah.
Informasi ini dihimpun dari portal resmi Humas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya penyebarluasan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.