Mitos Kali Jali dan Malam Nifsu Sya’ban, dari Ritual Cari Jodoh hingga Tempat Nongkrong Warga
Mitos mandi di Kali Jali saat malam Nifsu Sya’ban kini berubah jadi tradisi nongkrong warga, berburu jajanan, dan menikmati suasana malam di tepi sungai.
Guetilang.com - Kali Jali yang terletak di Desa Winong, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, menyimpan cerita mitos yang telah hidup sejak zaman dahulu.
Sungai ini dipercaya memiliki keistimewaan, khususnya bagi mereka yang belum menemukan jodoh.
Menurut cerita turun-temurun warga setempat, siapa pun yang mandi atau berendam di Kali Jali pada malam Nifsu Sya’ban diyakini akan segera dipertemukan dengan jodohnya.
Mitos tersebut membuat sungai ini dahulu kerap didatangi para pria maupun wanita yang berharap segera menemukan pasangan hidup.
Pada masa lalu, malam Nifsu Sya’ban menjadi waktu yang dianggap paling sakral untuk melakukan ritual tersebut.
Warga yang mempercayainya akan datang secara diam-diam untuk mandi atau berendam di aliran Kali Jali, dengan harapan doa dan ikhtiar mereka dikabulkan.
Namun seiring berjalannya waktu, makna kedatangan warga ke Kali Jali mengalami pergeseran.
Hingga kini, setiap malam Nifsu Sya’ban, kawasan pinggiran sungai tetap ramai dikunjungi warga, namun bukan lagi untuk menjalankan ritual mencari jodoh.

Masyarakat kini lebih memanfaatkan momen tersebut untuk berburu jajanan, nongkrong santai, dan menikmati suasana malam di tepi sungai.
Deretan pedagang kaki lima turut meramaikan kawasan Kali Jali, menjadikannya ruang sosial yang hangat dan penuh kebersamaan.
Meski mitos mandi di Kali Jali mulai ditinggalkan, cerita tersebut tetap menjadi bagian dari kekayaan budaya dan folklore lokal Desa Winong.
Tradisi ini menunjukkan bagaimana kepercayaan masyarakat dapat berubah seiring waktu, namun tetap menyisakan nilai sejarah dan identitas yang melekat pada sebuah tempat.
Baca Juga: Warga Dusun Gentan Desa Dilem Gelar Syukuran Rajab dan Peringatan Isra Miraj