Polresta Malang Turunkan 4.000 Personel Gabungan Untuk Menjamin Keamanan Puncak Pada Peringatan 1 Abad NU

Polresta Malang Kota menyiagakan 4.000 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Dishub, dan Banser untuk mengamankan perayaan 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang Raya pada Februari 2026. Fokus utama operasi ini adalah pengamanan jutaan jemaah, mitigasi tindak kriminalitas di tengah kerumunan, serta penerapan rekayasa lalu lintas di titik-titik krusial guna mencegah kemacetan total selama rangkaian acara berlangsung.

Polresta Malang Turunkan 4.000 Personel Gabungan Untuk Menjamin Keamanan Puncak Pada Peringatan 1 Abad NU

MALANG – Menyongsong momentum bersejarah bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota secara resmi mengumumkan pengerahan kekuatan penuh sebanyak 4.000 personel gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian perh

elatan akbar Peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU). Langkah preventif ini diambil sebagai respons atas estimasi lonjakan massa yang luar biasa, di mana jutaan jemaah dan simpatisan diprediksi akan mengalir masuk ke wilayah Malang Raya untuk mengikuti berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang telah dijadwalkan.

Photo by vecteezy.com

Operasi pengamanan berskala besar yang melibatkan penerjunan sedikitnya 4.000 personel gabungan dari berbagai unsur guna menjaga stabilitas kamtibmas selama peringatan satu abad berdirinya Nahdlatul Ulama.

Operasi ini dikomandoi langsung oleh Polresta Malang Kota dengan sinergi lintas sektoral yang melibatkan personel TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, serta didukung penuh oleh ribuan anggota Banser yang bertugas di garda depan pengamanan internal jemaah.

Penjagaan ketat akan difokuskan pada titik-titik krusial di seluruh penjuru Malang, mulai dari pintu masuk tol, stasiun, terminal, hingga pusat keramaian dan lokasi utama yang menjadi tempat berkumpulnya massa dalam jumlah masif.

Penyiagaan personel dilakukan secara intensif sejak H-3 hingga pasca-acara puncak peringatan 1 Abad NU di bulan Februari 2026 ini, guna mengantisipasi kedatangan rombongan jemaah yang datang lebih awal.

Kebijakan pengamanan ekstra ini diberlakukan untuk meminimalisir risiko gangguan keamanan, mencegah terjadinya tindak kriminalitas di tengah kerumunan, serta mengurai potensi kemacetan total yang dapat melumpuhkan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga Malang.

Pihak kepolisian mengimplementasikan strategi pengamanan berlapis melalui penerapan manajemen rekayasa lalu lintas yang dinamis, penempatan posko kesehatan terpadu, serta pengerahan tim intelijen untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan yang dapat mencederai kekhidmatan acara.


Photo by vecteezy.com

Ulasan Mendalam Mengenai Strategi Pengamanan

Dalam keterangannya, Kapolresta Malang Kota menegaskan bahwa fokus utama petugas di lapangan adalah menjamin keamanan logistik dan keselamatan fisik para jamaah, sekaligus memastikan bahwa aksesibilitas bagi warga lokal tidak terganggu sepenuhnya. Petugas kepolisian akan dikerahkan untuk memantau pergerakan arus massa secara real-time melalui pusat kendali CCTV guna memastikan setiap potensi penumpukan orang di satu titik dapat segera diurai oleh personel bermotor.

Selain itu, pihak kepolisian juga menggandeng tokoh masyarakat dan perangkat RT/RW untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling) di daerah penyangga, mengingat banyaknya jemaah yang diperkirakan akan menginap di rumah-rumah warga maupun fasilitas publik. Dengan persiapan yang matang ini, diharapkan Peringatan 1 Abad NU di Malang dapat berjalan dengan damai, khidmat, dan menjadi teladan bagi penyelenggaraan acara berskala internasional lainnya.