Peluang PPPK di Program MBG Terbuka, Ini Kategori yang Diprioritaskan

Peluang PPPK di Program MBG Terbuka, Ini Kategori yang Diprioritaskan

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa tidak semua personel yang terlibat dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga profesionalisme dan tata kelola program agar tetap berjalan sesuai ketentuan. BGN memastikan bahwa skema pengangkatan PPPK dalam Program MBG hanya berlaku bagi pegawai tertentu, bukan untuk seluruh staf maupun relawan SPPG.

Penegasan tersebut sekaligus meluruskan tafsir atas Pasal 17 Peraturan Presiden Nomor 115 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG. Dalam aturan itu disebutkan bahwa “pegawai SPPG diangkat sebagai PPPK sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”, yang kerap disalahartikan mencakup semua pihak yang terlibat di lapangan.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa pegawai SPPG yang berhak diangkat sebagai PPPK adalah mereka yang menempati posisi inti dengan fungsi strategis dan administratif, seperti kepala SPPG, ahli gizi, serta akuntan.

Dengan demikian, relawan tidak termasuk dalam skema pengangkatan PPPK.

Menurut Nanik, klarifikasi ini penting agar tidak menimbulkan ekspektasi keliru di masyarakat, terutama di kalangan relawan yang selama ini aktif mendukung pelaksanaan Program MBG. Ia menegaskan bahwa relawan tetap menjadi bagian penting dalam ekosistem MBG, namun status mereka bersifat partisipatif dan bukan ASN.

“Frasa ‘pegawai SPPG’ dalam pasal tersebut merujuk secara spesifik pada pegawai inti yang memiliki fungsi strategis, bukan seluruh personel operasional harian,” ujar Nanik dalam keterangan resmi, Selasa (13/1/2026).

Ia menambahkan, peran relawan sangat krusial dalam mendukung keberhasilan program. Namun secara regulasi, mereka tidak termasuk kategori pegawai yang dapat diangkat sebagai PPPK. Skema ini sejak awal dirancang agar program tetap inklusif sekaligus berkelanjutan.