Mahasiswa Poltekpar Lombok Ditantang Jadi Inovator Pariwisata

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam mendukung pengembangan pariwisata di Lombok sebagai destinasi super prioritas. Staf Ahli Kemenpar RI, Raden Kurleni Ukar, mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi pekerja pariwisata, tetapi juga inovator dan wirausahawan kreatif yang mampu menciptakan pengalaman wisata menarik untuk meningkatkan pengeluaran wisatawan. Kemenpar juga mengapresiasi inovasi “Edukarsa” yang dikembangkan Politeknik Pariwisata Lombok. Program ini mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat agar lebih berdampak langsung bagi desa wisata. Direktur Poltekpar Lombok, Ali Muhtasom, menyebut Edukarsa bertujuan mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teori, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata bagi kemajuan pariwisata dan ekonomi masyarakat lokal.

Mahasiswa Poltekpar Lombok Ditantang Jadi Inovator Pariwisata
Mahasiswa Poltekpar Lombok Ditantang Jadi Inovator Pariwisata

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia terus memperkuat posisi Lombok sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas nasional. Dalam upaya tersebut, peran sumber daya manusia, terutama mahasiswa, dianggap sangat penting untuk mendukung kemajuan sektor pariwisata di daerah tersebut.

Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kemenpar RI, Raden Kurleni Ukar, menegaskan bahwa pengembangan pariwisata di Lombok membutuhkan kreativitas dan inovasi yang terus berkembang. Ia berharap mahasiswa tidak hanya berorientasi menjadi tenaga kerja di industri pariwisata, tetapi juga mampu menjadi inovator sekaligus wirausahawan kreatif.

Menurut Kurleni, peningkatan pengeluaran wisatawan selama berada di Lombok dapat diwujudkan melalui pengalaman wisata yang unik, menarik, dan berkesan. Karena itu, kreativitas menjadi faktor utama dalam menciptakan nilai tambah bagi destinasi wisata.

Kurleni juga mengapresiasi inovasi “Edukarsa” yang diperkenalkan Direktur Politeknik Pariwisata Lombok. Program tersebut mengintegrasikan tiga unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—ke dalam satu sistem terpadu.

Saat menghadiri Sidang Senat Terbuka di Poltekpar Lombok pada Sabtu (9/5), Kurleni menyampaikan bahwa mahasiswa diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi sektor pariwisata Lombok. Pengembangan itu mencakup variasi aktivitas wisata, penyusunan itinerary, hingga peningkatan kualitas kuliner dan produk suvenir khas daerah. Ia optimistis inovasi seperti Edukarsa mampu memberikan dampak nyata bagi perkembangan pariwisata serta memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dalam menghadapi tantangan pariwisata masa depan.

Dengan dukungan inovasi dan semangat kewirausahaan generasi muda, Kemenparekraf yakin Lombok akan semakin kompetitif dan mampu memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat lokal.

Direktur Poltekpar Lombok, Ali Muhtasom, menjelaskan bahwa Edukarsa dirancang sebagai inovasi strategis yang menyatukan tiga pilar utama pendidikan tinggi agar lebih selaras dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia menilai bahwa selama ini pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat kerap berjalan terpisah. Melalui Edukarsa, Poltekpar Lombok ingin memastikan setiap aktivitas akademik terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di desa wisata. Program ini menggabungkan proses belajar mengajar di kelas, penelitian terhadap persoalan pariwisata, serta penerapan solusi nyata bagi masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan.

Ali menambahkan, jika sebelumnya pengabdian masyarakat umumnya hanya dilakukan dosen melalui program tertentu, kini mahasiswa dan dosen dapat terlibat langsung di desa wisata melalui proses pembelajaran berbasis praktik lapangan.

Menurutnya, model Edukarsa tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara teori, tetapi juga mencetak sumber daya manusia yang adaptif, responsif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor pariwisata.