Modus Pura-pura Menolong Kembali Makan Korban, Pelajar di Turen Kehilangan Sepeda Motor
Kabupaten Malang – Kasus pencurian kendaraan bermotor dengan modus berpura-pura memberikan bantuan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Peristiwa ini menimpa seorang pelajar dari MTs MH Bokor, Kecamatan Turen, yang harus kehilangan sepeda motornya saat dalam perjalanan menuju sekolah.
Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu pagi, 1 April 2026, sekitar pukul 06.30 WIB di kawasan Turen. Saat itu, korban diketahui tengah berangkat ke sekolah seperti biasa. Namun di tengah perjalanan, sepeda motor yang dikendarainya tiba-tiba mengalami kendala hingga mogok di pinggir jalan.
Dalam situasi tersebut, korban berusaha menepikan kendaraannya dan mencoba menghidupkan mesin secara mandiri. Kondisi pagi hari yang relatif sepi membuat korban kesulitan mendapatkan bantuan dari orang sekitar. Beberapa saat kemudian, seorang pria yang tidak dikenal datang menghampiri dan menawarkan bantuan.
Pelaku menunjukkan sikap seolah-olah ingin membantu memperbaiki kendaraan korban. Ia sempat mengecek kondisi motor dan berusaha meyakinkan korban bahwa kendaraan tersebut masih bisa dinyalakan. Tak hanya itu, pelaku juga menawarkan diri untuk membawa motor ke bengkel terdekat agar segera diperbaiki.
Korban yang saat itu berada dalam kondisi panik dan terburu waktu karena hendak berangkat sekolah, akhirnya mempercayai pelaku. Tanpa menaruh kecurigaan, korban mengizinkan pria tersebut untuk mencoba menyalakan sepeda motornya.
Namun, kepercayaan tersebut justru dimanfaatkan oleh pelaku. Setelah berhasil menghidupkan mesin, pelaku langsung tancap gas dan melarikan diri membawa sepeda motor korban. Peristiwa tersebut terjadi begitu cepat sehingga korban tidak sempat bereaksi atau meminta pertolongan.
Kejadian ini menambah daftar kasus pencurian dengan modus serupa yang sebelumnya juga sempat terjadi di beberapa wilayah. Modus berpura-pura menolong dinilai cukup efektif karena memanfaatkan kondisi psikologis korban yang sedang membutuhkan bantuan dan cenderung lengah.
Warga sekitar mengaku resah dengan kejadian tersebut. Mereka berharap adanya peningkatan patroli serta pengawasan di titik-titik rawan, khususnya pada jam-jam aktivitas pagi hari ketika pelajar dan pekerja mulai beraktivitas.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya kepada orang yang belum dikenal, terutama ketika berada dalam situasi darurat di jalan. Jika mengalami kendala kendaraan, disarankan untuk menghubungi keluarga, teman, atau bengkel langganan guna meminimalisir risiko kejahatan.
Hingga kini, kasus tersebut diharapkan segera ditangani oleh pihak kepolisian setempat. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap identitas pelaku sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya para pelajar yang setiap hari beraktivitas di jalan raya.
Indah Sofi H.