Festival Amoghasakti Singhasari 2026 Siap Digelar di Pemandian Kendedes Candirenggo

Festival Amoghasakti Singhasari 2026 Siap Digelar di Pemandian Kendedes Candirenggo

Guetilang.com - "Singosari" Bumi Singosari akan kembali semarak dengan digelarnya Festival Amoghasakti Singhasari pada 3 hingga 5 Juli 2026 di Pemandian Kendedes, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari. Festival yang mengusung semangat kebangkitan kearifan lokal ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kreativitas anak muda sekaligus penggerak ekonomi kreatif di wilayah tersebut.

Ketua Pelaksana Festival Amoghasakti Singhasari, Kusria Arifin,S.E. M.Ak menyatakan bahwa kegiatan ini lahir dari keinginan kuat untuk menghidupkan kembali warisan budaya dan kearifan lokal Singosari yang mulai memudar. “Kami berharap festival ini dapat mengangkat kembali kearifan lokal di bumi Singosari, khususnya di Kelurahan Candirenggo. Yang terpenting adalah kebangkitan anak muda dalam berkreasi dan berinovasi,” ujar Kusria Arifin,S.E.,M.Ak yang sekaligus menjadi Ketua Bidang Koperasi dan UMKM DPD Rumah Hukum Indonesia, Kota Malang.

Festival yang berlangsung selama tiga hari ini dirancang dengan rangkaian acara yang sarat nilai budaya dan partisipasi masyarakat. Pada hari pertama (3 Juli 2026), acara akan dibuka dengan Kirab Kesenian Rakyat yang melibatkan berbagai kelompok seni tradisional. Pembukaan resmi akan dilakukan oleh para Muspika setempat, menandakan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya.

Kemudian pada Hari kedua (4 Juli 2026) akan diisi dengan Parade Batik Candirenggo. Parade ini menjadi ajang promosi batik khas setempat sekaligus memberikan ruang bagi para perajin untuk menampilkan karya terbaik mereka. Melalui kegiatan ini, diharapkan batik Candirenggo semakin dikenal luas dan mampu menarik minat wisatawan serta pembeli.

Selanjutnya puncak acara terjadi pada hari ketiga (5 Juli 2026) dengan pementasan Sendratari bertema Amoghasakti Singhasari. Sendratari ini mengisahkan kebangkitan para kesatria muda Singosari, mencerminkan semangat generasi muda dalam melestarikan sejarah dan budaya leluhur sekaligus menghadapi tantangan zaman.

Pertunjukan ini dipersiapkan secara kolaboratif oleh seniman dan pemuda lokal. Lebih dari sekadar pesta kesenian rakyat, Festival Amoghasakti Singhasari juga dirancang sebagai katalisator ekonomi. Berbagai UMKM lokal akan mendapat booth khusus untuk memamerkan dan menjual produk unggulan mereka, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga fashion berbasis batik.


DPD Rumah Hukum Indonesia, Kota Malang menjadi Law Partnership Kegiatan Festival Amoghasakti Singhasari. Lembaga yang memberikan Pendampingan Bantuan Hukum UMKM, Masyarakat Pedesaan Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Misalnya Sosialisasi Regulasi Keamanan Pangan, Pendampingan Dokumen Hukum Perizinan UMKM, Konsultasi Hukum UMKM terkait KDRT, Bullying, Pinjaman Online, Hutang Piutang Usaha, Wanprestasi Kerjasama Bisnis, Penyerobotan Lahan dan sebagainya.

Panitia berharap festival ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Candirenggo dan sekitarnya serta membuka peluang kolaborasi bagi pelaku usaha muda. Dengan mengusung tema kebangkitan, festival ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, melainkan juga menjadi gerakan nyata untuk membangkitkan rasa bangga terhadap identitas lokal. Melalui kreativitas anak muda dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Singosari diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya yang hidup dan inspiratif. Masyarakat Singosari dan sekitarnya diundang untuk turut serta menyemarakkan Festival Amoghasakti Singhasari 2026. Mari bersama-sama menyaksikan dan mendukung kebangkitan budaya serta ekonomi kreatif di Pemandian Kendedes Candirenggo.