Hari Buruh Nasional, Warkop Digital PAJ Karangploso Tegaskan Misi “Cetak Owner, Bukan Buruh Selamanya
Warkop Digital PAJ Karangploso dorong masyarakat beralih dari buruh menjadi owner melalui pelatihan bisnis dan ekosistem digital terpadu.
Guetilang.com - Momentum Hari Buruh Nasional yang jatuh pada Jumat, 1 Mei 2026 dimanfaatkan Koperasi Wanita Pundi Arta Jaya (KOPWAN PAJ) untuk mendeklarasikan gerakan “Dari Buruh Menjadi Owner” melalui unit usahanya, Warkop Digital PAJ.
Bertempat di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Ketua KOPWAN PAJ, Erlin Sulistyawati, menegaskan bahwa Warkop Digital PAJ bukan sekadar warung kopi biasa, melainkan sebuah ekosistem pemberdayaan dan creative digital hub.
“PAJ adalah singkatan dari Pundi Arta Jaya. Nama ini menjadi doa kami. Warkop Digital PAJ harus menjadi pundi-pundi yang menghidupi, memberdayakan, dan mensejahterakan anggotanya. Momentum Hari Buruh ini tepat untuk mengajak masyarakat naik kelas dari pekerja menjadi pencipta lapangan kerja,” ujar Erlin, Jumat (1/5/2026).

Warkop Digital PAJ sebagai Teaching Factory
Warkop Digital PAJ merupakan teaching factory milik KOPWAN PAJ yang dikenal dengan konsep WADI (Warung Digital Indonesia). Erlin menyebut WADI sebagai “bandara digital” bagi pelaku UMKM.
“Di sini UMKM bisa transit, mengisi ilmu dan solusi, lalu lepas landas menjadi owner yang naik kelas,” jelasnya.
Konsep yang diusung adalah warung kopi rasa pesantren, yakni tempat mencetak pengusaha yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berakhlak. Dengan tagline “Ngopinya Nikmat, Ilmunya Dapet, Berkahnya Selamat”, Warkop Digital PAJ memadukan suasana santai dengan kurikulum kampus bisnis.
Peserta magang tidak hanya belajar meracik kopi, tetapi juga praktik digital marketing, administrasi, aspek legal, hingga pembinaan mental kewirausahaan. Lulusan program ini ditargetkan siap menjadi pelaku usaha mandiri.
Peran sebagai “Pabrik Digital”
Erlin menegaskan, Warkop Digital PAJ berfungsi sebagai “pabrik layanan dan produk digital” untuk mendukung pengembangan Kampung Internet.
“Tanpa pabrik digital seperti WADI, Kampung Internet berisiko hanya melahirkan generasi konsumtif. Kami ingin memastikan internet di desa digunakan untuk produksi dan peningkatan ekonomi,” tegasnya.
Ia mengibaratkan internet sebagai jalan tol, sementara Warkop Digital adalah pabriknya. “Kalau hanya ada jalan tol tanpa pabrik, masyarakat lokal hanya jadi penonton,” tambahnya.

Target dan Manfaat Program
Melalui Warkop Digital PAJ, KOPWAN PAJ menargetkan lahirnya 100 owner baru dalam tiga tahun di wilayah Malang Raya.
Program ini membuka tiga jalur manfaat:
- Masyarakat yang belum memiliki usaha akan dibina melalui program magang barista preneur selama enam bulan.
- Pelaku usaha yang sudah memiliki produk akan dibantu naik kelas melalui pendampingan legalitas, sertifikasi halal, PIRT, administrasi, hingga pemasaran digital.
- Pelaku usaha yang telah berkembang akan difasilitasi untuk bersinergi dalam jaringan WADI di 16 provinsi.
Layanan Terintegrasi dalam Satu Hub
Sebagai digital hub, Warkop Digital PAJ menyediakan berbagai layanan terintegrasi, mulai dari cyber academy, paralegal, coaching bisnis, TokoDesa, ekspor-impor, cyber job, hingga publikasi media.
Konsep yang diusung sederhana: masyarakat datang membawa masalah, pulang membawa solusi dan peluang peningkatan omzet.
Cara Bergabung
KOPWAN PAJ membuka kesempatan bagi masyarakat Malang Raya yang ingin bergabung melalui beberapa cara:
- Datang langsung ke Warkop Digital PAJ di Desa Ngijo, Karangploso
- Menghubungi admin melalui WhatsApp di nomor 081217028090 dengan format “Mau Jadi Owner #WADI”
- Mengikuti media sosial Instagram dan TikTok @wd_karangploso untuk informasi program terbaru
“Warkop Digital ini adalah bukti nyata peran koperasi wanita. Kami tidak turun ke jalan saat Hari Buruh, tetapi menghadirkan aksi nyata untuk mencetak pencipta lapangan kerja. Karena owner sejati lahir dari keberanian untuk memulai,” pungkas Erlin.