Hujan Tak Surutkan Semangat Ibadah: Kajian, Buka Bersama, dan Tarawih di Kedai Twenty Eight

Kajian, buka bersama, dan tarawih di Kedai Twenty Eight, Desa Sumberejo, Gedangan, Kabupaten Malang tetap berlangsung penuh khidmat di malam ke-16 Ramadhan.

Hujan Tak Surutkan Semangat Ibadah: Kajian, Buka Bersama, dan Tarawih di Kedai Twenty Eight

Sumberejo, Gedangan—Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa dalam kegiatan kajian Ramadan, buka puasa bersama, dan salat tarawih yang digelar di Kedai Twenty Eight, Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Meski hujan turun sejak sore hingga malam, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para jamaah untuk tetap hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan ibadah.

Kegiatan yang berlangsung pada hari ke-15 bulan Ramadan ini diawali dengan kajian keagamaan menjelang waktu berbuka puasa. Para jamaah tampak antusias menyimak materi yang disampaikan, sambil menunggu waktu magrib tiba. Dalam kajian tersebut disampaikan bahwa dalam setiap pekan terdapat hari yang sangat istimewa bagi umat Islam, yaitu hari Jumat.

“Hari Jumat adalah hari yang sangat mulia, bahkan disebut sebagai lebarannya umat Islam,” ungkap pemateri dalam kajian tersebut.

Selain itu, jamaah juga diingatkan tentang adanya hari-hari istimewa dalam setiap bulan Hijriah yang dikenal dengan Ayyamul Bidh, yaitu tanggal 13, 14, dan 15. Pada hari-hari tersebut umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah karena memiliki banyak keutamaan.

Memasuki pertengahan Ramadan, tepatnya hari ke-15 dan menjelang salat tarawih malam ke-16, para jamaah diajak untuk semakin memaksimalkan ibadah di bulan yang penuh berkah ini. Dalam tausiyahnya, pemateri juga menyampaikan peringatan penting bagi umat Islam agar tidak menyia-nyiakan kesempatan beribadah di bulan Ramadan.

“Celakalah orang yang bertemu bulan Ramadan tetapi tidak beribadah kepada Allah, karena bulan Ramadan adalah bulan dibukanya pintu-pintu rahmat oleh Allah SWT,” pesannya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa ada lima perkara yang dapat menghilangkan pahala puasa seseorang jika tidak dijaga dengan baik. Pertama adalah ghibah atau membicarakan keburukan orang lain. Kedua adu domba yang dapat memecah persaudaraan. Ketiga dusta atau berkata bohong. Keempat mengumbar syahwat, yaitu menuruti hawa nafsu yang tidak baik. Dan kelima adalah bersumpah palsu.

Setelah kajian selesai, para jamaah kemudian melaksanakan buka puasa bersama dalam suasana yang sederhana namun penuh keakraban. Meski hujan masih mengguyur kawasan Desa Sumberejo, kebersamaan tetap terasa hangat.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan salat Isya dan tarawih berjamaah. Malam itu menjadi tarawih malam ke-16 Ramadan, yang diikuti dengan penuh khusyuk oleh para jamaah yang hadir.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh umat untuk terus meningkatkan kualitas ibadah serta menjaga sikap dan lisan agar pahala puasa tetap terjaga hingga akhir Ramadan.