Gandeng KPK, Ombudsman Gaspol Benahi Layanan Publik biar Bebas "Pungli"

Pimpinan Ombudsman RI melakukan kunjungan strategis ke Gedung Merah Putih KPK pada Selasa (12/5/2026) guna membahas penguatan pencegahan korupsi di sektor pelayanan publik. Kolaborasi ini difokuskan pada penyempitan celah praktik transaksional (suap dan gratifikasi) melalui peningkatan kualitas sistem layanan, sinergi pertukaran data, dan transformasi birokrasi agar lebih efisien. Meski agenda pertemuan bersifat krusial, Wakil Ketua Ombudsman, Rachmadi Indra, bersikap irit bicara dan menyebut pertemuan tersebut hanya sebatas silaturahmi biasa tanpa memberikan detail mengenai progres majelis etik internal.

Gandeng KPK, Ombudsman Gaspol Benahi Layanan Publik biar Bebas "Pungli"

JAKARTA – Pimpinan Ombudsman RI terpantau menyambangi Gedung Merah Putih KPK pada Selasa (12/5/2026). Pertemuan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk menutup celah korupsi di sektor pelayanan publik yang selama ini dianggap rawan.

Kenapa Kolaborasi Ini Penting?

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa sektor layanan publik sering kali menjadi titik lemah yang dimanfaatkan oknum untuk melakukan tindakan transaksional. Beberapa poin utama dari pertemuan tersebut antara lain:

  • Penyempitan Celah Korupsi: Dengan meningkatkan kualitas sistem layanan, ruang untuk praktik gratifikasi dan suap bisa ditekan habis.

  • Sinergi Data: KPK dan Ombudsman berencana melakukan pertukaran data serta menjalankan program bersama agar pencegahan korupsi lebih terasa dampaknya oleh masyarakat.

  • Efisiensi Birokrasi: Transformasi layanan publik diharapkan mampu memberikan hasil nyata, bukan sekadar janji manis birokrasi.

Respons Irit Bicara dari Ombudsman

Meski agenda yang dibahas cukup krusial, Wakil Ketua Ombudsman RI, Rachmadi Indra, memilih untuk tidak banyak berkomentar setelah pertemuan usai. Kepada awak media, ia hanya menyebutkan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk silaturahmi biasa.

"Silaturahmi saja," ujar Rachmadi singkat sebelum meninggalkan lokasi.

Rachmadi juga memilih bungkam saat ditanya mengenai progres pembentukan majelis etik di internal Ombudsman dan langsung bergegas meninggalkan kerumunan wartawan.