*WARKOP DIGITAL PAJ NAIK LEVEL! PENGURUS KOPWAN PAJ BELAJAR BIKIN KUDAPAN KEKINIAN LANGSUNG DARI "SI KECIL CABE RAWIT"*

*WARKOP DIGITAL PAJ NAIK LEVEL! PENGURUS KOPWAN PAJ BELAJAR BIKIN KUDAPAN KEKINIAN LANGSUNG DARI "SI KECIL CABE RAWIT"*

Guetilang.com - *Karangploso, 11 Juni 2026* – Warkop Digital PAJ resmi naik kelas! Nggak cuma jual kopi lagi, Pengurus Koperasi Wanita PAJ kompak gelar pelatihan aneka kudapan kekinian langsung di Warkop Digital PAJ, Desa Ngijo, Kec. Karangploso. Targetnya jelas: menu nambah, omset ikut naik.

“Kalau menunya cuma kopi, ya pengunjungnya itu-itu aja. Sekarang kita upgrade pakai kudapan kekinian biar Gen Z sampai ibu-ibu betah mampir. Sekalian nambah pundi-pundi Kopwan,” kata *Erlin Sulistyawati*, Ketua Kopwan PAJ semangat.

*Si Kecil Cabe Rawit yang Bikin Ibu-Ibu Takjub*

Yang ngajarin siapa? *Nabilla Fitri Sholihah*, 23 tahun, anak magang Program Nasional Kemenaker 2026. Jangan salah, posturnya imut-mungil tapi skill-nya pedas! Makanya dijuluki “si kecil cabe rawit” — kecil-kecil cabai rawit, berani, dan pejuang receh sejati.

Bayangin rutinitasnya: karyawan swasta + magang 08.00-16.00. Sorenya langsung ganti mode jadi owner *Mirae Kimbab & Foodnaku* di Jl. Bendungan Sigura-gura Barat No.15, Malang, bareng sahabatnya *Khusnia Fitriani*. Semua resep Ayam Pok, Ayam Katsu, Dimsum, Mirae Kimbab itu 100% kreasi mereka berdua. Hasilnya? Omset bersih *Rp3-5 juta/bulan* modal awal cuma Rp300 ribu berdua. Kerennya lagi, outletnya udah disambangi *Pak Wahyu, Wali Kota Malang*

Alumni SMKN 1 Pogalan & S1 Administrasi Pendidikan UB ini bukti nyata pepatah: jangan nilai orang dari tampilan. Subuh masak & beres rumah, pagi-sore magang, sore-malam jaga outlet, tengah malam baru rebahan. Pejuang banget!

*Belajar Sambil Ketawa, Praktek Langsung Jadi Chef*

Suasananya cair tapi fokus. Pengurus + Mbak Nabila ngobrolin resep sambil berdiri di depan "Dinding Prestasi" Warkop Digital PAJ. Pas nengok ke atas, ada tulisan *"TEMPAT SHOLAT"*. Maknanya dalem: kerja jalan, ibadah jalan.

Giliran praktek, Bu Erlin, pengurus, dan Mbak Bila langsung all-in lipet dimsum. Meja penuh timbangan digital, kulit lumpia, adonan di mangkok stainless. Di belakang? Poster "Struktur Kopwan Pundi Arta Jaya" + deretan piala. Jadi sambil upgrade skill masak, manajemen koperasinya tetap rapih.

Di tengah sibuk nguleni adonan, *Septina Dwi Astuti*, Bendahara Kopwan PAJ yang terkenal sat-set dan disiplin, ngingetin: “Zaman sekarang tantangannya berat. Kita harus jago ngatur sirkulasi keuangan. Hemat iya, tapi kualitas jangan turun.”

*Hasilnya: Ibu-Ibu Jadi Chef, Warkop Jadi Creative Hub*

Acara ditutup dengan makan siang bareng dan sesi icip-icip hasil masakan sendiri sambil tukar testimoni. 3 menu jagoan hari itu: *Ayam Pok, Ayam Katsu, Dimsum* — semuanya magnet Gen Z. Pengurus dan Pengawas Bu Dina Wulandari & Umu Kulsum juga kompak beres-beres dapur. Nggak ada istilah “yang masak orang, yang ngebersihin orang lain”.

“Ke depan Warkop Digital PAJ harus makin rame. Karena ini bukan sekadar warkop, tapi *Creative Hub* — tempat anggota belajar, naik skill, dapat layanan digital, dan naik kelas bareng-bareng,” tutup Erlin.

Usahanya boleh kecil, tapi semangatnya segede Gunung Semeru. Kopwan PAJ udah buktiin: ibu-ibu juga bisa jago masak, nambah cuan, sambil tetap kompak dan solid