*17 TAHUN KOPWAN KABUPATEN MALANG: MEMBANGUN FONDASI KUAT MENUJU TRANSFORMASI DIGITAL MELALUI WADI*
GUetilang.com- *KARANGPLOSO*, 30 Juni 2026 – Pengurus dan Pengawas Koperasi Wanita (Kopwan) Pundi Arta Jaya (PAJ), yang berkantor di Perum GPA KP.01, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, menggelar Rapat Evaluasi Kinerja Semester I Tahun 2026, Selasa (30/6). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian organisasi sekaligus memperkuat arah pengembangan koperasi di tengah tantangan era digital.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Kopwan PAJ, Erlin Sulistyawati. Kehadiran ketua dalam forum evaluasi tersebut menunjukkan komitmen pengurus dalam memastikan organisasi terus berkembang dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi para anggotanya.
Dalam kesempatan itu, Erlin menegaskan bahwa perjalanan koperasi wanita di Kabupaten Malang yang telah berlangsung hampir 17 tahun merupakan fondasi penting bagi penguatan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan. Program pembentukan koperasi wanita yang dimulai pada 2009–2010 melalui bantuan stimulan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar Rp25 juta hingga Rp50 juta telah melahirkan sekitar 390 koperasi wanita yang tersebar hingga pelosok desa.
Selama hampir dua dekade, koperasi wanita dinilai telah berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), membuka lapangan kerja, serta memperluas akses permodalan bagi anggotanya. Melalui layanan simpan pinjam dengan sistem pengembalian bulanan, anggota dapat memutar modal usaha sehingga mampu meningkatkan pendapatan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan keluarga.
"Koperasi wanita memiliki misi memberdayakan perempuan, menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus menjadi alternatif pembiayaan yang sehat sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada praktik pinjaman berbunga tinggi," ujar Erlin.

Fokus Pengembangan Usaha
Dalam rapat evaluasi tersebut, pengurus membahas berbagai capaian, tantangan, serta strategi pengembangan usaha selama enam bulan terakhir. Menurut Erlin, koperasi tidak lagi cukup hanya mengandalkan unit usaha simpan pinjam.
"Jika koperasi hanya bertahan pada usaha simpan pinjam konvensional, maka akan sulit berkembang. Sudah saatnya koperasi naik kelas melalui diversifikasi usaha dan pemanfaatan teknologi digital," katanya.
Selain memperkuat unit usaha simpan pinjam sebagai fondasi utama, Kopwan PAJ kini mengembangkan unit usaha ritel yang menjadi wadah pemasaran produk-produk anggota. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pengembangan WARKOP DIGITAL (WADI), sebuah unit usaha berbasis digital yang dikelola langsung oleh Kopwan PAJ.
"Enam bulan terakhir menjadi bukti bahwa kami terus berbenah. Simpan pinjam tetap berjalan, unit ritel berkembang, dan WARKOP DIGITAL diharapkan menjadi motor penggerak pengembangan koperasi ke depan," tegas Erlin.

Tantangan Koperasi di Era Digital
Memasuki usia hampir 17 tahun, koperasi wanita di Kabupaten Malang menghadapi sejumlah tantangan, antara lain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi pengelolaan koperasi, perluasan pemasaran, serta penguatan permodalan.
Menurut Erlin, sebagian besar koperasi masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi digital dan pemasaran yang masih berfokus pada lingkungan sekitar.
"Potensi terbesar koperasi sebenarnya ada pada anggotanya sendiri. Karena itu, kolaborasi dan transformasi digital menjadi langkah yang tidak bisa ditunda lagi," ujarnya.

WARKOP DIGITAL Perluas Ekosistem Koperasi
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, WARKOP DIGITAL dihadirkan sebagai platform yang mengintegrasikan pemasaran digital, layanan koperasi, hingga peningkatan kapasitas pengurus melalui pelatihan berbasis teknologi.
Hingga saat ini telah beroperasi enam WARKOP DIGITAL di Kabupaten Malang, yaitu:
- WARKOP DIGITAL PAJ – Kecamatan Karangploso.
- WARKOP DIGITAL Mekar Sari – Kecamatan Ngantang.
- WARKOP DIGITAL Mulyo Agung – Kecamatan Lawang.
- WARKOP DIGITAL De Creative Production – Kecamatan Poncokusumo.
- WARKOP DIGITAL Warung NKRI – Kecamatan Turen.
- WARKOP DIGITAL Kecamatan Tajinan yang dalam waktu dekat akan segera diluncurkan.
Keberadaan enam titik tersebut diharapkan mampu membentuk jaringan pemasaran antarkecamatan sehingga produk UMKM anggota koperasi memiliki akses pasar yang lebih luas. Selain itu, anggota juga dapat mengakses layanan koperasi secara digital, sementara pengurus memperoleh pelatihan mengenai pengelolaan koperasi modern, pemasaran digital, dan pengembangan usaha melalui platform yang sama.
Melalui program ini, pengurus berharap koperasi dapat melahirkan SDM yang lebih aktif, kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Menuju Koperasi Digital
Rapat evaluasi semester pertama ini juga menjadi refleksi perjalanan koperasi wanita sejak pertama kali memperoleh dukungan pemerintah pada 2010 hingga memasuki era transformasi digital pada 2026.
Menurut Erlin, semangat awal pemberdayaan perempuan tetap menjadi landasan utama dalam membangun koperasi yang mandiri dan berkelanjutan. Dengan semakin berkembangnya WARKOP DIGITAL, ia berharap semakin banyak koperasi wanita di Kabupaten Malang bergabung dalam ekosistem digital sehingga mampu memperkuat ekonomi kerakyatan, membuka lapangan kerja di desa, serta meningkatkan kesejahteraan anggota.
"Harapan kami, semakin banyak koperasi yang berkolaborasi sehingga Kabupaten Malang dapat menjadi salah satu percontohan pengembangan koperasi digital di Jawa Timur," pungkasnya.
