*HEBOH! Dr. Sri Untari Luncurkan "ASTARI" Platform Aspirasi 24 Jam Pertama di Jatim Dan Kartu Aksara Jawa, Sekaligus Urus HAKI*

*HEBOH! Dr. Sri Untari Luncurkan "ASTARI" Platform Aspirasi 24 Jam Pertama di Jatim Dan Kartu Aksara Jawa, Sekaligus Urus HAKI*

Guetilang.com - Pada penutupan rangkaian Reses Keenam Masa Persidangan III Tahun 2025–2026, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., memperkenalkan dua inovasi baru yang ditujukan bagi masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) 6. Kedua program tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan publik sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 29 Juli 2026, di Aula Lantai 3 Kantor Kopmen SBW, Jalan Raden Intan Kav. 108, Polowijen, Blimbing, Kota Malang, menjadi penutup agenda reses dengan menghadirkan sejumlah terobosan. Acara ini diikuti oleh perwakilan Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, Dekopinda Kota Malang, serta ratusan pegiat budaya dan pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Malang Raya.

Inovasi pertama yang diperkenalkan adalah Kartu Aksara Jawa, sebuah media pembelajaran yang dirancang praktis dan mudah digunakan. Kartu ini ditujukan bagi berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga anggota koperasi dan pelaku UMKM, sebagai sarana untuk mempelajari aksara Jawa secara sederhana dan menarik.

Menurut Dr. Sri Untari, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama, terutama bagi masyarakat Jawa. Ia berharap keberadaan Kartu Aksara Jawa dapat meningkatkan minat generasi muda dalam mempelajari warisan budaya daerah. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis kartu kepada sejumlah tokoh dan komunitas pelestari budaya sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.

Selain program budaya, Sri Untari juga meluncurkan ASTARI (Aspirasi dari Bunda Untari), sebuah platform digital yang dirancang sebagai media komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat. Platform ini dikembangkan untuk mempermudah penyampaian aspirasi masyarakat secara lebih cepat, terbuka, dan berkelanjutan.

Melalui ASTARI, warga Dapil 6 dapat menyampaikan laporan mengenai berbagai persoalan pelayanan publik, seperti infrastruktur yang rusak, kendala bantuan sosial, maupun layanan pemerintahan lainnya selama 24 jam. Platform ini juga menyediakan fitur konsultasi mengenai peraturan daerah melalui teknologi AI Legislator Modern, serta informasi terkait program pendampingan UMKM, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, budaya, dan pariwisata.

Keunggulan lain dari ASTARI adalah hadirnya Forum Digital Gotong Royong yang menjadi ruang diskusi masyarakat Malang Raya. Forum tersebut dibagi ke dalam forum wilayah dan forum komunitas sehingga masyarakat dapat bertukar gagasan, berbagi solusi, serta membangun kolaborasi untuk mendukung kemajuan daerah.

Dalam pemaparannya, Sri Untari menjelaskan bahwa ASTARI saat ini sedang dalam proses pengajuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Ia menyatakan bahwa inovasi tersebut merupakan bentuk pengembangan komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat, sekaligus membuka peluang bagi pihak lain yang ingin mengembangkan konsep serupa dengan tetap menghormati hak kekayaan intelektual yang dimiliki.

Perwakilan Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Timur dan Dekopinda Kota Malang memberikan apresiasi terhadap kedua program tersebut karena dinilai mampu memadukan pelestarian budaya dengan pemanfaatan teknologi. Acara ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis dan sesi foto bersama. Sri Untari berharap ASTARI dapat menjadi sarana komunikasi utama bagi masyarakat Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu dalam menyampaikan aspirasi kepada DPRD Provinsi Jawa Timur.