**AI Bukan Pesaing, Tapi Sahabat: 3 Tokoh Perempuan Malang Ajak Koperasi Bijak Gunakan Teknologi`**

Sosialisasi ASKOMARA di Kepanjen dihadiri 100 anggota dari berbagai kecamatan. Dr. Sri Untari, Ibu Rr. Hesty, ajak Koperasi Wanita manfaatkan AI dengan bijak di era digital.`

**AI Bukan Pesaing, Tapi Sahabat: 3 Tokoh Perempuan Malang Ajak Koperasi Bijak Gunakan Teknologi`**
Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP. berinteraksi dan memimpin tepuk tangan bersama 100 peserta sosialisasi ASKOMARA._
**AI Bukan Pesaing, Tapi Sahabat: 3 Tokoh Perempuan Malang Ajak Koperasi Bijak Gunakan Teknologi`**
**AI Bukan Pesaing, Tapi Sahabat: 3 Tokoh Perempuan Malang Ajak Koperasi Bijak Gunakan Teknologi`**
**AI Bukan Pesaing, Tapi Sahabat: 3 Tokoh Perempuan Malang Ajak Koperasi Bijak Gunakan Teknologi`**
**AI Bukan Pesaing, Tapi Sahabat: 3 Tokoh Perempuan Malang Ajak Koperasi Bijak Gunakan Teknologi`**
**AI Bukan Pesaing, Tapi Sahabat: 3 Tokoh Perempuan Malang Ajak Koperasi Bijak Gunakan Teknologi`**
**AI Bukan Pesaing, Tapi Sahabat: 3 Tokoh Perempuan Malang Ajak Koperasi Bijak Gunakan Teknologi`**
**AI Bukan Pesaing, Tapi Sahabat: 3 Tokoh Perempuan Malang Ajak Koperasi Bijak Gunakan Teknologi`**
**AI Bukan Pesaing, Tapi Sahabat: 3 Tokoh Perempuan Malang Ajak Koperasi Bijak Gunakan Teknologi`**

MALANG, GUETILANG.COM – Kecerdasan Buatan atau AI memiliki "dua sisi mata uang". Di satu sisi efisien dan menguntungkan, di sisi lain rawan disalahgunakan. Hal ini disampaikan tiga tokoh perempuan Malang dalam Sosialisasi "Memperkuat Koperasi Wanita sebagai Pilar Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Malang di Era Digital dan Artificial Intelligence" untuk Pengurus dan Anggota Koperasi Wanita se-Malang Raya (ASKOMARA), Sabtu (5/9/2026) di Grand Kanjuruhan Resort Hotel & Convention Hall, Kepanjen.

Sosialisasi yang diselenggarakan oleh _Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP._ Dapil VI (Kab/Kota Malang, Kota Batu) ini _dihadiri oleh 100 orang anggota ASKOMARA dari berbagai kecamatan di Kabupaten Malang._

Manfaat Besar, Risiko Nyata  

Menurut materi yang dipaparkan, AI bisa memberikan 5 manfaat besar bagi koperasi: efisiensi kerja, dukungan keputusan berbasis data, layanan anggota lebih baik, analisis data, dan pertumbuhan usaha. 

Namun ada 5 dampak negatif yang harus diwaspadai: risiko privasi data, bias algoritma, misinformasi, ketergantungan berlebihan, dan berkurangnya pengawasan manusia.

_"AI adalah alat yang ampuh, tetapi seperti pisau, ia tidak netral. Dampaknya tergantung pada bagaimana kita menggunakannya,"_ demikian penegasan dalam materi.

Teknologi Harus Dikendalikan Hati Nurani  

_Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP. dalam sambutannya menyampaikan_ pentingnya menggunakan AI secara kritis dan bertanggung jawab.  

"Selama kita pakai AI untuk kebaikan, untuk mencerdaskan dan memberdayakan, maka itu akan jadi berkah. Saya sendiri pakai AI sebagai asisten untuk bantu mencari info update. Tapi tetap, manusia yang cek dan putuskan," ujarnya.

Waspada Risiko dan Bias  

_Ibu Rr. Hesty Setyodyah Lestari, M.Psi., Psikolog, Dosen dan Struktural Universitas Islam Raden Rahmat Malang_ menyampaikan pentingnya menjaga privasi data anggota.  

"Data anggota Kopwan adalah amanah. Jangan sampai bocor karena sembarangan diunggah ke AI. Selain itu, pengurus harus paham bahwa AI bisa bias kalau datanya tidak benar. Makanya pengawasan manusia tidak boleh lepas," jelasnya.

Peran Manusia Kunci Utama  

_Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP._ menambahkan bahwa keberhasilan AI di koperasi ada di 4 faktor: desain algoritma yang adil, konteks penggunaan yang tepat, regulasi yang kuat, dan peran manusia.  

"AI boleh bantu bikin laporan, balas chat, analisa pasar. Tapi untuk keputusan pinjaman, penagihan, atau hal krusial tetap harus ada tanda tangan dan persetujuan manusia. Itu prinsip kami," katanya.

4 Prinsip Aman Pakai AI versi Narasumber ketiga

1.  Saring dulu: Jaga data pribadi anggota

2.  Cek ulang Jangan percaya 100% pada AI. Crosscheck fakta

3.  Pakai untuk kebaikan: Arahkan untuk UMKM, pendidikan, dan pemberdayaan

4.  Punya kode keluarga: Seyogyanya setiap anggota keluarga mempunyai kode rahasia yang hanya diketahui oleh keluarga itu sendiri. Semua itu dilakukan untuk pengamanan keluarga, pungkasnya.

Setelah ketiga narasumber memaparkan materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Nampak anggota ASKOMARA yang mengenakan seragam merah marun dengan semangat dan antusias saling mengajukan pertanyaan kepada para narasumber terkait penerapan AI di masyarakat, koperasi, dan instansi lainnya.

Ketiga narasumber yang handal dan hebat tersebut sepakat: Jangan sampai manusia dikendalikan AI. "Kolaborasi manusia dan teknologi adalah kunci. Teknologi harus jadi alat untuk memberdayakan manusia," pungkas Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama seluruh anggota ASKOMARA, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., dan 2 orang narasumber yang dihadirkan.