Tanpa Sekat dan Tanpa Batas: Dr. Sri Untari Bisowarno Berbaur dengan ASKOMARA Hingga Larut Malam*

Usai sosialisasi "Memperkuat Koperasi Wanita Sebagai Pilar Pemberdayaan Perempuan Kab. Malang di Era Digital dan AI", Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP. makan malam dan berdiskusi hangat dengan perwakilan anggota ASKOMARA.

Tanpa Sekat dan Tanpa Batas: Dr. Sri Untari Bisowarno Berbaur dengan ASKOMARA Hingga Larut Malam*
Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP. berbaur dan beramah tamah dengan anggota ASKOMARA usai sosialisasi "Memperkuat Koperasi Wanita" di Grand Kanjuruhan Resort Hotel, Kepanjen, 5/9/2026._
Tanpa Sekat dan Tanpa Batas: Dr. Sri Untari Bisowarno Berbaur dengan ASKOMARA Hingga Larut Malam*
Tanpa Sekat dan Tanpa Batas: Dr. Sri Untari Bisowarno Berbaur dengan ASKOMARA Hingga Larut Malam*
Tanpa Sekat dan Tanpa Batas: Dr. Sri Untari Bisowarno Berbaur dengan ASKOMARA Hingga Larut Malam*

KEPANJEN,GUETILANG.COM – Tidak ada jarak. Tidak ada sekat. Itulah yang terlihat dalam setiap momentum pertemuan _Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno,M.AP._ dengan konstituennya.

Hal itu kembali terbukti dalam Sosialisasi "Memperkuat Koperasi Wanita Sebagai Pilar Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Malang di Era Digital dan Artificial Intelligence" untuk Pengurus dan Anggota Koperasi Wanita, Sabtu (5/9/2026) di Grand Kanjuruhan Resort Hotel & Convention Hall, Kepanjen.

Dibalik sosoknya yang anggun dan kharismatik, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP. tetap membungkus dirinya dengan aura bersahaja. Baik dalam penampilan berbusana, tutur kata yang ramah, gurauan yang penuh makna, hingga senyuman mempesona yang tak pernah lepas dari wajahnya. Namun dibalik kelembutan itu, terselip ketegasan dan wibawa seorang pemimpin yang disegani.

Usai pemaparan materi seputar AI usai digelar, suasana formal seketika cair. 

Berbaur Hingga Larut Malam  

Acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Anggota ASKOMARA dengan seragam merah marun tampak berebut, bergantian mengantre untuk berfoto dengan "idolanya". 

"Ibunya Kopwan," celutuk salah satu peserta sambil antre, disambut tawa riuh yang lain.

Kedekatan itu berlanjut hingga meja makan. Bunda Untari, sapaan akrab beliau, memilih untuk makan malam bersama _perwakilan anggota ASKOMARA_ sambil berdiskusi hangat. Di suasana cair itulah, aspirasi dan ide-ide brilian bermunculan tanpa rasa sungkan.

Tindak Lanjut Sarasehan Lembah Dieng  

Dari diskusi tersebut, beberapa poin penting kembali ditegaskan. Ini merupakan tindak lanjut dari Sarasehan di _Kedai Kopi Cahaya Baru 3.0 Lembah Dieng, Jl. Wisata No. 99, Kalisongo, Kec. Dau, Kabupaten Malang_, pada 27 Juli 2026 lalu.

Salah satunya adalah wacana _Pembentukan Koperasi Multi Pihak Provinsi Jatim_ yang akan melibatkan _KOPMEN SBW Malang, PUSKOWAN JATIM, ASKOMARA, APU KW JATIM, KOPMEN SBW Surabaya_.

3 Program Konkret untuk Kopwan  

Bunda Untari juga menyampaikan 3 program nyata untuk menggerakkan ekonomi Kopwan:

1.  Pameran Produk UMKM Se-Malang Raya di Taman Budaya Kota Malang. Rencananya akan digandeng sponsor dan dibuka oleh Bakorwil Malang.

2.  Fasilitas Kantor ASKOMARA dan Gerai Produk UMKM di _PUSKOWANJATI_ / _Pusat Koperasi Wanita Jawa Timur_, _Jl. Raya Balearjosari No. 38, Kota Malang_. Ibu Sri Untari mendorong agar Kopwan yang tergabung di ASKOMARA segera menempati dan mengelolanya secara profesional, aktif, kreatif, inovatif, dan komunikatif.

3.  Memfasilitasi dan Membiayai Pelatihan Perkoperasian untuk anggota Kopwan se-Malang Raya secara bergiliran di Kantor PUSKOWAN JATIM.

Aspirasi Langsung Ditangkap  

Dalam kesempatan itu, Bunda Untari membuka ruang seluas-luasnya untuk saran dan usul dari _perwakilan pengurus dan anggota ASKOMARA_.

Kesempatan emas itu langsung ditangkap dan dimanfaatkan sebaik baiknya oleh anggota ASKOMARA. Ada perwakilan yang mengajukan permohonan perbaikan gereja di desanya. Ada pula yang meminta agar pelatihan seperti hari ini, khususnya materi AI, rutin digelar karena banyak  dampak positifnya bagi anggota kopwan dan keluarganya .

"Siap, segera kita tindaklanjuti untuk pelatihan seperti ini," jawab Bunda Untari spontan.

"Silahkan sampaikan. Pintu saya selalu terbuka. Kita ini keluarga, jadi tidak ada sekat," pungkasnya menutup diskusi malam itu.