Wonderful Mempawah Festival 2026 Angkat Potensi Wisata dan Budaya, Jadi Ruang Promosi Ekonomi Kreatif Kalbar

Wonderful Mempawah Festival 2026 Angkat Potensi Wisata dan Budaya, Jadi Ruang Promosi Ekonomi Kreatif Kalbar

Guetilang.com – Wonderful Mempawah Festival (WMF) 2026 kembali digelar dengan membawa semangat memperkenalkan kekayaan pariwisata, budaya, seni, dan ekonomi kreatif Kabupaten Mempawah kepada masyarakat yang lebih luas. Festival yang berlangsung pada 6–15 Juli 2026 tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Mempawah.

Festival resmi dibuka pada Senin, 6 Juli 2026, di halaman Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Mempawah, Kecamatan Mempawah Hilir. Pembukaan dilakukan oleh Bupati Mempawah Erlina dan dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas seni dan budaya, serta masyarakat.

Berlangsung selama sepuluh hari, WMF 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi berbagai potensi daerah. Sejumlah kegiatan yang ditampilkan meliputi pameran UMKM dan ekonomi kreatif, festival kuliner tradisional, pentas seni dan budaya, serta berbagai perlombaan rakyat yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Mempawah, penyelenggaraan festival tersebut menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendorong masyarakat agar semakin aktif mengembangkan kreativitas. Kekayaan budaya yang dimiliki Mempawah dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Bupati Mempawah Erlina mengatakan festival tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Mempawah memiliki kekayaan budaya, destinasi wisata, kesenian daerah, serta kreativitas masyarakat dan pelaku UMKM yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Selain menampilkan kesenian tradisional, festival juga memberikan ruang kepada pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada pengunjung. Produk kuliner, kerajinan, hingga berbagai produk kreatif masyarakat menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen.

Kehadiran UMKM dalam event pariwisata menjadi penting karena pergerakan wisatawan tidak hanya memberikan manfaat kepada pengelola destinasi, tetapi juga kepada pelaku usaha di sekitar kawasan wisata. Pengunjung yang datang untuk menikmati pertunjukan budaya berpotensi membelanjakan uangnya untuk makanan, oleh-oleh, kerajinan, transportasi, maupun kebutuhan lainnya.

Kepala Disdikporapar Kabupaten Mempawah El Zuratnam menjelaskan bahwa Wonderful Mempawah Festival telah berkembang menjadi salah satu inovasi daerah di bidang pariwisata dan kebudayaan. Festival tersebut juga telah masuk dalam Calendar of Event (CoE) Kalimantan Barat, bersama sejumlah event daerah lainnya seperti Festival Sahur-Sahur dan Festival Budaya Robo'-Robo'.

Masuknya WMF ke dalam kalender event daerah menunjukkan adanya upaya untuk membangun agenda pariwisata yang lebih terstruktur. Event daerah diharapkan tidak hanya berlangsung sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi daya tarik yang mendorong wisatawan untuk datang dan menikmati berbagai destinasi di Kalimantan Barat.

Mempawah sendiri memiliki beragam potensi wisata yang dapat dikembangkan, mulai dari wisata budaya, sejarah, kuliner hingga wisata alam. Keberadaan Keraton Amantubillah, tradisi budaya masyarakat, kawasan pesisir, hingga kuliner khas daerah menjadi bagian dari kekayaan yang dapat dikemas dalam pengembangan pariwisata daerah.

Melalui kegiatan festival, berbagai potensi tersebut dapat dipertemukan dalam satu ruang promosi. Wisatawan tidak hanya mendapatkan pengalaman menikmati pertunjukan, tetapi juga dapat mengenal sejarah, tradisi, kuliner, dan produk masyarakat setempat.

Penyelenggaraan WMF juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat dalam pelestarian budaya. Anak muda tidak hanya ditempatkan sebagai penonton, tetapi juga didorong untuk menjadi pelaku dalam kegiatan seni, ekonomi kreatif, komunitas, hingga promosi destinasi melalui media digital.

Hal tersebut penting karena perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat mengenal sebuah destinasi wisata. Promosi melalui media sosial, video pendek, fotografi, dan konten kreatif dapat membantu memperluas jangkauan promosi pariwisata tanpa terbatas pada wilayah geografis.

Pemerintah Kabupaten Mempawah berharap festival tersebut dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas terhadap masyarakat. Bukan hanya dari sisi kunjungan wisatawan, tetapi juga melalui peningkatan aktivitas ekonomi, penguatan identitas budaya, serta tumbuhnya kreativitas masyarakat.

Rangkaian Wonderful Mempawah Festival 2026 kemudian ditutup pada 15 Juli 2026. Pemerintah Kabupaten Mempawah kembali menegaskan komitmen untuk terus melestarikan budaya sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Dengan semakin banyaknya event budaya yang dikembangkan secara berkelanjutan, Kalimantan Barat memiliki peluang untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata berbasis budaya di Indonesia. Festival daerah seperti WMF dapat menjadi penghubung antara pelestarian tradisi, promosi pariwisata, pemberdayaan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi kreatif.