SMK Mahadhika 3 Cetak Entrepreneur Muda: Saat Pelajaran Pastry Berbuah Bisnis Nyata

Gladys, siswi kelas 11 SMK Mahadhika 3 Jakarta, mengubah keterampilan memasak dari sekolahnya menjadi bisnis kuliner sukses bernama Gekleek. Sejak SD, passion-nya di dapur ia wujudkan dengan menjual camilan seperti Dimsum Mentai dan Nasi Daun Jeruk Karage. Dengan promosi mandiri via media sosial, bisnisnya memiliki pelanggan setia yang kerap pesan dalam jumlah besar. Bisnis ini tak hanya membiayai kebutuhannya, tetapi juga mengajarkannya kemandirian dan keinginan untuk membantu orang lain. Kisahnya membuktikan bahwa passion, skill, dan keberanian dapat dimulai dari hal sederhana untuk meraih sukses.

SMK Mahadhika 3 Cetak Entrepreneur Muda: Saat Pelajaran Pastry Berbuah Bisnis Nyata
Gladys, murid kelas 11 SMK Mahadhika 3 seorang UMKM cilik yang sejak kecil mempunyai usaha .

Guetilang.com, Jakarta Timur - Di era sekarang, UMKM memainkan peran penting dalam membantu individu mengembangkan berbagai keterampilan. Dunia usaha menawarkan ruang untuk kreativitas dan kebebasan, memungkinkan para wirausaha menjelajahi berbagai jalur. Orang-orang menjual makanan, minuman, seni, kerajinan tangan, dan jasa. Kebebasan berkreasi ini mendorong mereka untuk mencoba produk-produk baru yang mungkin sebelumnya belum tersedia, dan seringkali menghasilkan umpan balik yang positif.

 

SMK Mahadhika 3 adalah sekolah perhotelan tempat siswa belajar dan mempraktikkan keterampilan penting terkait manajemen hotel. Semua siswa di institusi ini diwajibkan mengambil mata pelajaran pastry dan memasak, yang dirancang khusus untuk dapur hotel standar makanan. Dengan keterampilan yang mereka peroleh di kelas, siswa didorong untuk menciptakan hidangan mereka sendiri dan menjualnya di lingkungan sekolah. Usaha ini memungkinkan siswa mengeksplorasi kreativitas sekaligus mendapatkan pengalaman berharga.

 

Seorang siswi dari sekolah ini, Gladys, saat ini duduk di kelas 11 dan telah mengejar passion-nya di bidang bisnis sejak sekolah dasar. Keahliannya terletak pada penjualan makanan dan camilan, yang berakar dari kecintaannya pada memasak. Dalam sebuah wawancara, dia menyebutkan bahwa ia membuat camilan gurih seperti Cirambay dan Cimol, serta hidangan manis seperti brownies dan puding. Selain itu, ia menawarkan minuman manis seperti Taro dan Bubble Gum. Salah satu hidangan yang ia jual bernama Nasi Daun Jeruk Karage. Dan camilan favorit pelanggannya saat ini yang ia jual adalah Dimsum Mentai.

 

Gladys bertanggung jawab mempromosikan bisnisnya, yang ia beri nama Gekleek—sebuah nama unik yang ia pilih sendiri. Ia membuat flyer dan konten video pendeknya sendiri untuk media sosial Gekleek sambil aktif mempromosikan merek tersebut. Sebagian besar pelanggannya adalah pelanggan setia yang sering memesan ulang, tak jarang dalam jumlah besar.

 

Secara keseluruhan, umpan balik yang ia terima positif. Semua pelanggannya setia dan puas dengan pelayanannya. Mengenai pengalaman negatif, ia hanya menemui sedikit. “Mungkin mereka (pelanggan) semua mengeluh ingin saus dimsum yang lebih banyak,” kata Gladys. Bisnis ini juga sangat membantunya dalam mengelola kebutuhannya sendiri. “Saya tidak ingin membebani kebutuhan dengan keinginan ke orang tua saya, jadi dengan uang yang saya tabung, saya harap saya juga bisa membantu keluarga jika diperlukan,” jelas Gladys.

Pada akhirnya, dari dapur SMK Mahadhika 3 hingga usaha Gekleek, sebuah kisah yang kuat terungkap. Ini adalah kisah Gladys, tetapi juga kisah tak terhitung wirausaha muda lainnya yang menemukan bahwa passion, ketika dipadukan dengan keterampilan dan keberanian, adalah bahan paling ampuh untuk meraih kesuksesan.