IM3 Hadirkan SATSPAM+, Fitur Perlindungan Anti-Scam WhatsApp Jelang Ramadan
IM3 meluncurkan SATSPAM+, fitur anti-scam WhatsApp berbasis AIvolusi5G yang mampu memblokir panggilan mencurigakan secara real-time jelang Ramadan dan Lebaran.
Jakarta — Menyambut Ramadan, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui brand IM3 memperkenalkan layanan keamanan digital terbaru bernama SATSPAM+ (Satuan Anti Scam dan Spam Plus). Fitur ini dirancang untuk mengantisipasi lonjakan kasus penipuan siber yang kerap meningkat selama bulan Ramadan dan periode Lebaran.
Berdasarkan catatan internal perusahaan sepanjang 2025, angka penipuan digital mengalami kenaikan hingga 34,7 persen saat Ramadan. Sebagian besar modus kejahatan siber tersebut menyasar platform komunikasi populer seperti WhatsApp dan layanan panggilan suara.
Director & Chief Commercial Officer IOH, Bilal Kazmi, mengatakan SATSPAM+ didukung teknologi AIvolusi5G dan diklaim sebagai solusi pertama di Indonesia yang mampu memberikan perlindungan terhadap panggilan WhatsApp secara real-time.
“Keamanan digital saat ini sudah menjadi kebutuhan utama. Kami ingin pelanggan dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang tanpa khawatir terhadap ancaman penipuan,” ujar Bilal dalam peluncuran kampanye di Blok M Hub.
Ia menjelaskan, sistem SATSPAM+ bekerja dengan mendeteksi serta memblokir nomor asing yang terindikasi mencurigakan secara otomatis. Selain itu, pelanggan juga akan menerima laporan harian yang dipersonalisasi. Fitur ini dirancang inklusif untuk memberikan perlindungan bagi kelompok rentan, termasuk lansia di wilayah terpencil.
Untuk pelanggan pascabayar IM3 Platinum, layanan ini aktif secara otomatis tanpa perlu registrasi tambahan. Selain proteksi keamanan digital, pelanggan juga memperoleh fasilitas roaming gratis di Malaysia dan Singapura, serta penawaran paket kuota tambahan 25GB seharga Rp25.000. Sebagai bagian dari kampanye literasi digital, IM3 turut menggandeng Kunto Aji dan kreator konten Agung Karmalogy dalam rangkaian program “Bookber SATSPAM+” yang akan digelar di Makassar dan Palembang.
Hanafi Nur Saputro