Resmi Dibuka! Summarecon Mall Bekasi 2 Jadi Pusat Ekonomi Baru, Serap Ribuan Pekerja Lokal
Investasi Rp1 Triliun! Summarecon Mall Bekasi Tahap 2 resmi dibuka. Simak analisis ekonomi terkait penyerapan tenaga kerja dan daya beli warga berdasarkan pantauan @summareconmal.bekasi dan @infobekasi.
BEKASI, guetilang.com – Peta kekuatan ekonomi ritel di koridor timur Jakarta kembali mengalami lonjakan signifikan seiring dengan peresmian Summarecon Mall Bekasi (SMB) Tahap 2 pada awal Februari 2026. Proyek ekspansi ambisius yang dikembangkan oleh PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) ini bukan sekadar menambah deretan pusat perbelanjaan, melainkan menjadi instrumen vital dalam memacu pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Bekasi melalui penguatan sektor konsumsi rumah tangga.
Sebagaimana dipantau melalui akun Instagram resmi @summareconmal.bekasi, kehadiran tahap kedua ini membawa semangat "The Next Chapter of Shopping Experience". Melalui unggahan resminya, pihak manajemen menekankan bahwa perluasan ini merupakan respon terhadap kebutuhan masyarakat urban yang semakin dinamis. Hal ini diperkuat oleh laporan dari laman media sosial komunitas @infobekasi, yang memperlihatkan antusiasme masif ribuan pengunjung sejak hari pertama peresmian. Laporan visual tersebut menjadi bukti nyata bahwa daya beli masyarakat Bekasi tetap tangguh, didukung oleh nilai investasi jumbo sebesar Rp1 triliun yang dikucurkan untuk memastikan fasilitas ini menjadi pusat gravitasi ekonomi baru di Jawa Barat.
Kemandirian Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja
Integrasi antara sektor swasta dan kebutuhan lokal menjadi sorotan utama dalam pembukaan ini. Melansir rincian tenant yang dibagikan oleh @summareconmal.bekasi, terdapat penambahan ratusan gerai baru yang mencakup brand global hingga unit usaha kreatif lokal. Berdasarkan analisis ekonomi, kehadiran gerai-gerai ini telah menciptakan ribuan lapangan kerja baru bagi warga Bekasi. Fenomena ini sejalan dengan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, yang memproyeksikan bahwa investasi ritel berskala besar seperti SMB Tahap 2 merupakan kunci dalam menekan angka pengangguran terbuka di wilayah penyangga.
Secara makro, perluasan mal ini berfungsi sebagai strategi "retensi ekonomi". Dengan fasilitas yang kian lengkap, warga Bekasi tidak lagi memiliki ketergantungan untuk membelanjakan uang mereka ke Jakarta. Hal ini diamini oleh banyak warga dalam kolom komentar di akun @infobekasi, yang menyatakan bahwa efisiensi biaya transportasi dan waktu kini menjadi faktor utama mereka memilih berbelanja di dalam kota sendiri. Secara otomatis, perputaran uang yang tetap tinggal di daerah akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak restoran, parkir, dan hiburan.
Inovasi 'Wellground' dan Tren Ekonomi Kreatif
Salah satu daya tarik yang paling banyak mendapat sorotan di media sosial, baik di akun @summareconmal.bekasi maupun @infobekasi, adalah konsep WELLGROUND. Fasilitas yang terletak di area rooftop ini menggabungkan pusat kesehatan, olahraga, dan ruang terbuka hijau dalam satu ekosistem. Langkah inovatif ini dipandang cerdas dalam memperkuat recurring income (pendapatan berkelanjutan) perusahaan, yang ditargetkan berkontribusi hingga 30% terhadap total pendapatan perseroan pada tahun 2026.
Inovasi ini juga berhasil menangkap peluang dari wellness economy yang sedang tren. Dengan menarik komunitas hobi dan pekerja kreatif untuk berkunjung, durasi kunjungan pelanggan (dwell time) meningkat secara signifikan. Dampak berantainya, sebagaimana dikutip dari laporan ekonomi BPS Kota Bekasi, sektor perdagangan dan jasa akan terus menjadi motor utama yang menjaga stabilitas ekonomi Kota Patriot dari ancaman inflasi global yang fluktuatif.
Dengan kolaborasi antara visi korporasi yang tertuang dalam akun @summareconmal.bekasi dan dukungan komunitas yang tergambar di @infobekasi, kehadiran Summarecon Mall Bekasi Tahap 2 membuktikan bahwa Bekasi telah bertransformasi menjadi pusat gaya hidup dan sirkulasi ekonomi yang mandiri serta berdaya saing tinggi.
Maya Pramai Sella