IHSG Terkoreksi Lebih dari 5 Persen di Sesi I, Investor Domestik Jadi Penekan Pasar
Guetilang.com, Jakarta — Perdagangan pasar saham Indonesia pada sesi pertama hari ini ditutup melemah tajam, dengan tekanan jual yang didominasi oleh investor domestik. Aktivitas pelepasan saham oleh investor dalam negeri tercatat lebih agresif dibandingkan investor asing, sehingga menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah.
IHSG tercatat turun lebih dari 5 persen dan bertahan di level 7.887 pada akhir sesi pertama perdagangan, Jumat (24/1/2026). Mayoritas saham bergerak negatif, dengan jumlah saham turun jauh lebih banyak dibandingkan saham yang menguat.
Nilai transaksi harian mencapai puluhan triliun rupiah, disertai volume dan frekuensi perdagangan yang tinggi. Kondisi ini turut berdampak pada penurunan kapitalisasi pasar secara keseluruhan.
Meski tekanan jual didominasi investor domestik, investor asing justru mencatatkan posisi beli bersih (net buy) hingga ratusan miliar rupiah. Sementara investor dalam negeri mencatatkan net sell pada sesi perdagangan pagi. Namun secara kumulatif sejak awal tahun, investor asing masih berada dalam posisi jual bersih (net sell).
Menariknya, di tengah tekanan pasar, saham-saham sektor pertambangan dan energi justru menjadi sasaran akumulasi investor asing. Beberapa emiten seperti PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Emas Anugerah Abadi Tbk (EMAS), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tercatat masuk dalam daftar saham dengan pembelian bersih asing terbesar pada sesi ini.
Adapun tekanan terbesar terhadap IHSG datang dari hampir seluruh sektor. Sektor bahan baku mencatat pelemahan terdalam, diikuti oleh sektor konsumer non-primer, properti, dan energi. Saham-saham milik konglomerasi besar juga menjadi penyumbang negatif utama, terutama emiten yang berafiliasi dengan grup Prajogo Pangestu.
Pelaku pasar menilai tekanan ini sebagai bentuk koreksi pasar jangka pendek setelah penguatan panjang IHSG sejak awal tahun. Namun volatilitas tinggi diperkirakan masih akan berlanjut hingga sentimen global, seperti arah suku bunga Amerika Serikat dan harga komoditas dunia, menunjukkan kejelasan.
hisyamzw