Berulang Kali Besi JPO Dicuri, Gubernur Pramono Arahkan Agar Ganti Material Jembatan

Aksi pencurian ini membuat warga setempat ketakutan untuk menyebrang karena lantai JPO menjadi berlubang

Berulang Kali Besi JPO Dicuri, Gubernur Pramono Arahkan Agar Ganti Material Jembatan
Lantai JPO diganti sementara dengan material lain untuk mencegah pencurian terjadi lagi

Keberadaan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sahabat di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, kembali menjadi perhatian publik setelah dicuri sejumlah pelat besi di lantainya pada Sabtu, 24 Januari 2026. Untuk sementara, lantai JPO diganti dengan material yang tidak terbuat dari besi. Pelat besi 1 x 2 meter di salah satu sisi lantai JPO dicuri dan hilang. Tiga pelat besi di bagian anak tangga juga hilang. Lantai jembatan sekarang bolong dan membahayakan pejalan kaki karena baut-baut bekas copotan berserakan di sekitarnya.

Warga yang hendak menyeberang melalui lantai JPO yang terbuka ini, merasa cemas dan sangat berhati-hati karena potensi kecelakaan yang tinggi. Selain itu, kamera pengawas (CCTV) yang semestinya membantu pengawasan justru tidak berfungsi di lokasi tersebut karena kabelnya terputus.

Kabel CCTV terputus karena aksi pencurian besi JPO

Menanggapi maraknya kasus pencurian tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengambil langkah tegas. Ia menginstruksikan Dinas Bina Marga DKI Jakarta agar JPO yang baru dibangun tidak lagi menggunakan material besi yang memiliki nilai jual tinggi di pasar loak sehingga sering menjadi incaran pencuri.

Sebagai pengganti pelat besi, Pemprov DKI akan menggunakan material anti-maling seperti wooden press atau conwood — yaitu material beton yang tampilannya menyerupai kayu dan tidak memiliki nilai jual yang menggiurkan bagi pencuri. Material ini dipandang lebih tahan lama dan sulit diambil dibandingkan pelat baja atau aluminium.

Selain mengganti material, Pramono juga menekankan pentingnya pengawasan yang lebih baik, termasuk pemasangan CCTV di setiap JPO yang baru maupun yang sudah ada. Pemasangan CCTV tambahan di titik strategis direncanakan agar tindakan pencurian dapat cepat terdeteksi.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, juga mengajak partisipasi warga untuk mengawasi dan menjaga fasilitas umum tersebut karena keberadaan JPO bukan hanya aset kota tetapi juga bagian penting dari keselamatan warga. Ia menegaskan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dibutuhkan untuk mencegah aksi kriminal serupa terjadi lagi.

Ketua DPRD DKI Jakarta turut memberikan tanggapan bahwa CCTV harus dipastikan aktif dan terawat, serta integrasi dengan aparat penegak hukum diperlukan agar tindak pidana pencurian bisa segera diusut dan pelakunya ditindak tegas.