Tindak Lanjut MOU Triple Helix Malang Raya 2026, 12 SMK Fokus Program Hospitality dan TKJ Digital
Kegiatan tindak lanjut MOU Triple Helix di Malang Raya diikuti 12 SMK sebagai langkah konkret memperkuat kolaborasi pendidikan dan industri. Program difokuskan pada klaster Hospitality dan TKJ/Fiber Optic berbasis digital guna mencetak lulusan SMK yang kompeten, tersertifikasi, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Malang, 26 Februari 2026 — Kegiatan tindak lanjut MOU Triple Helix kembali digelar sebagai bagian dari penguatan sinergi antara dunia pendidikan dan industri di Malang Raya. Pertemuan yang berlangsung selama hampir dua jam ini menjadi ajang koordinasi strategis untuk menyusun langkah konkret implementasi program kerja yang telah disepakati sebelumnya.
Sebanyak 12 SMK yang tergabung dalam gelombang pertama turut berpartisipasi aktif dalam forum ini. Agenda utama kegiatan meliputi pemetaan potensi sekolah, penentuan klaster bidang kerja, serta penyelarasan kebutuhan program dengan arah pengembangan industri. Dua sektor prioritas yang menjadi fokus pembahasan adalah Hospitality dan Teknologi Komputer dan Jaringan (TKJ)/Fiber Optic.
Dalam diskusi, ditegaskan bahwa pengembangan program akan difokuskan di wilayah Malang Raya sebagai pusat implementasi awal. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan model kolaborasi yang terstruktur dan berkelanjutan, sekaligus memastikan kesiapan sekolah dalam menghadapi tantangan dunia kerja berbasis digital.
Kegiatan ini juga membahas integrasi digital dalam proses pembelajaran dan praktik industri. Sektor Hospitality didorong untuk menerapkan sistem layanan berbasis teknologi, sementara dukungan jaringan Fiber Optic diproyeksikan sebagai fondasi infrastruktur digital. Kelurahan Losari ditetapkan sebagai lokasi percontohan program “Warga Digital” yang akan melibatkan siswa dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dan praktik lapangan.
Sebagai bentuk penguatan mutu, kolaborasi dengan 15 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) turut menjadi bagian penting dalam rangkaian program. Langkah ini diharapkan mampu memberikan pengakuan kompetensi yang lebih luas bagi siswa serta meningkatkan daya saing lulusan.
Melalui kegiatan ini, kolaborasi lintas sektor tidak hanya menjadi simbol kerja sama, tetapi diwujudkan dalam rencana aksi nyata yang terukur dan berorientasi pada hasil. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu mendorong lahirnya lulusan SMK yang adaptif, profesional, dan siap terjun ke dunia industri maupun wirausaha digital.
Dalfaaf