Emas dan Perak Goyang Akibat Konflik Timur Tengah dan Kebijakan Amerika
Jakarta, 12 Maret 2026 – Pasar emas dan perak dunia kembali bergejolak karena perang di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Kondisi ini membuat investor di seluruh dunia, termasuk Indonesia, mempertimbangkan kembali strategi investasi mereka pada logam mulia sebagai aset safe-haven.
AS dan Israel meluncurkan beberapa serangan udara terberat dalam konflik terhadap Iran, sementara perang tersebut secara efektif menutup Selat Hormuz, mendorong harga minyak lebih tinggi dan meningkatkan kekhawatiran tentang tekanan inflasi global yang baru.
Di pasar global, harga emas di pasar spot turun 0,4% menjadi USD 5.169,02 per ounce pada pukul 13.33 ET (17.33 GMT), sementara Perak naik menjadi sekitar $89 per ons pada hari Selasa setelah sempat turun di bawah $80 pada sesi sebelumnya.
Harga yang naik-turun ini dipengaruhi oleh beberapa hal. Pertama, harapan akan akhir cepat perang Iran mengurangi permintaan untuk aset aman bagi dolar. Presiden AS Donald Trump mengatakan operasi militer AS di Iran mendekati kesimpulannya. Namun, Pentagon melaporkan serangan terintensifnya hingga saat ini dan berjanji untuk melanjutkan operasi.
Para analis memperkirakan volatilitas akan terus berlanjut. Pengamat pasar memperkirakan bahwa harga emas akan tetap fluktuatif pada awal pekan ini, dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan arah kebijakan moneter AS. Ibrahim Assuaibi, seorang pengamat mata uang dan komoditas, memproyeksikan bahwa harga emas masih memiliki peluang untuk bergerak naik.
Saat situasi dunia dianggap "berbahaya" bagi investasi saham, emas menjadi pilihan utama karena nilainya yang dianggap paling aman. Para ahli memperingatkan bahwa fluktuasi harga ini masih akan terjadi selama ketegangan geopolitik belum selesai. Dalam situasi "tidak pasti" seperti ini, emas dianggap sebagai "aset pelindung" (safe haven). Ibaratnya, ketika pasar saham sedang goyah dan harga barang makin mahal, orang lebih percaya memegang emas karena nilainya cenderung stabil atau justru naik.
Nanda