Pemanfaatan AI Dianggap Strategis untuk Dongkrak Pariwisata Nasional
Guetilang.com - Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dinilai menjadi peluang baru dalam mendorong pertumbuhan dan meningkatkan daya saing sektor pariwisata Indonesia. Pemerintah melihat teknologi ini sebagai solusi strategis untuk menjawab perubahan perilaku wisatawan yang semakin bergantung pada layanan digital dalam merencanakan perjalanan.
Seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat global, sektor pariwisata kembali menunjukkan tren pemulihan yang positif. Pariwisata masih menjadi salah satu penyumbang penting bagi perekonomian nasional, baik dari sisi kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) maupun penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi digital, termasuk AI, menjadi langkah yang dianggap relevan untuk mengoptimalkan potensi tersebut.
Kementerian Pariwisata menyebutkan bahwa penggunaan AI dapat membantu wisatawan memperoleh informasi yang lebih cepat, akurat, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Teknologi ini memungkinkan sistem memberikan rekomendasi destinasi, akomodasi, hingga aktivitas wisata berdasarkan preferensi pengguna. Dengan pendekatan tersebut, pengalaman berwisata diharapkan menjadi lebih personal dan efisien.
Selain mendukung wisatawan, penerapan AI juga berpotensi meningkatkan kualitas layanan di industri pariwisata. Pelaku usaha, mulai dari hotel, biro perjalanan, hingga pengelola destinasi, dapat memanfaatkan teknologi ini untuk memahami tren pasar, mengelola permintaan, serta menyusun strategi promosi yang lebih tepat sasaran. Hal ini dinilai mampu memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.

Pemerintah juga telah mulai mengintegrasikan AI ke dalam platform promosi pariwisata nasional. Melalui sistem digital berbasis AI, wisatawan dapat memperoleh panduan perjalanan secara interaktif, informasi destinasi dalam berbagai bahasa, hingga rekomendasi rencana perjalanan yang disesuaikan dengan waktu dan minat pengunjung. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan minat wisatawan mancanegara untuk menjelajahi lebih banyak destinasi di Indonesia, tidak hanya terpusat di daerah tertentu.
Di sisi lain, pemanfaatan AI juga membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pariwisata. Dengan dukungan teknologi, UMKM dapat mempromosikan produk dan jasa mereka secara lebih luas melalui platform digital. Analisis data berbasis AI membantu pelaku usaha memahami kebutuhan wisatawan, sehingga produk yang ditawarkan dapat lebih sesuai dengan permintaan pasar.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa pemanfaatan AI perlu diiringi dengan peningkatan literasi digital dan kesiapan sumber daya manusia. Pengembangan teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan pelaku industri agar manfaat AI dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan.
Ke depan, integrasi AI diharapkan tidak hanya menjadi alat pendukung, tetapi juga menjadi bagian penting dalam transformasi sektor pariwisata nasional. Dengan strategi yang tepat, teknologi ini diyakini mampu memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi di kancah internasional.
Sumber:
DetikNews, Kementerian Pariwisata RI
Tifanny Maulidya Hanafi