Menu Tidak Biasa, MBG Tanpa Nasi di Kabupaten Malang menimbulkan pertanyaan

Menu yang tidak biasa dalam Program Makanan Bergizi Gratis di Kecamatan Poncokusumo membawa kejutan bagi para siswa. Menu yang hampir mirip dengan jasuke, apakah gizi yang diberikan cukup?.

Menu Tidak Biasa, MBG Tanpa Nasi di Kabupaten Malang menimbulkan pertanyaan
Menu MBG yang di Bagikan oleh SPPG Wonomulyo Poncokusumo 002 (Sumber : TIMES Indonesia)
Menu Tidak Biasa, MBG Tanpa Nasi di Kabupaten Malang menimbulkan pertanyaan

MALANG - Selasa, 03 Februari 2026, Siswa-siswi di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, mendapat sebuah kejutan saat mendapatkan ompreng MBG (Makan Bergizi Gratis). Bagaimana Tidak? Salah satu jenis atau unsur dalam makan yang memberikan banyak energi, yaitu nasi, tidak ada dalam ompreng MBG mereka.

Di dalam Food Tray, Hanya berisi pipilan jagung, keju slice, susu kental manis, telur puyuh, dan beberapa butir anggur. Kombinasi MBG ini hampir mirip dengan Jasuke (Jagung Susu Keju) yang biasanya di jual di pinggir jalan sekolah dan sekitar masyarakat. Hal ini membuat pertanyaan, kemana nasi yang biasa digunakan sebagai sumber utama energi? apakah gizi yang diberikan cukup?

Salah satu pihak sekolah penerima MBG memberikan tanggapan bahwa mereka tidak mempersoalkan menu tersebut karena siswa-siswi tetap memakan MBG tersebut. Mereka mengatakan siswa-siswi menyukai dan menikmati menu tanpa nasi ini, tetapi mereka tidak menampik bahwa menu ini adalah hal baru bagi mereka. Sekolah baru menerima MBG 5 hari sebelumnya atau sejak hari Kamis (29 Januari 2026). Beberapa hari sebelumnya, menu MBG masih menggunakan nasi sebagai sumber karbohidrat utama. 

Setelah dilakukan observasi, ternyata sumber menu ini dibuat oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonomulyo Poncokusumo 002, dan telah diterima oleh sejumlah sekola dasar hingga lembaga pendidikan anak usia dini. Pihak SPPG Wonomulyo Poncokusumo 002 memberikan klarifikasi tentang menu tanpa nasi ini yang mirip dengan jasuke.

Koordinator SPPG yang bernama S. Suyono mrnjelaskan bahwa penyajian menu tanpa nasi ini merupakan bagian dari tahap awal uji coba operasional yang baru berjalan selama lima hari. Selama masa uji coba, pihak SPPG akan melakukan survei untuk mengetahui menu apa yang sangat diminati oleh siswa-siswi. hasil survei tersebut akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan jenis menu MBG mereka yang akan digunakan ketika program sudah berjalan sepenuhnya.

Suyono juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan MBG di SPPG Wonomulyono Poncokusumo 2 masih mengalami kendala administratif, terutama bagian pencairan anggaran. Dikarenakan ada kekeliruan di akun kepala SPPG membutuhkan waktu proses pembenahan administrasi rekening sekitar dua hingga 7 hari. Namun, kegiatan MBG tetap terlaksana dengan menggunakna dana talangan.

Untuk standar gizi nya, Suyono menyatakan bahwa menu tersebut telah dikonsultasikan dengan ahli gizi yang ada di SPPG mereka dan telah dinilai memenuhi kebutuhan gizi dasar. Meskipun begitu, Suyono tetap menerima masukan dari masyarakat dan media agar dapat menjadi bahan evaluasi tambahan untuk menyempurnakan program MBG ke depannya.