Bukan Sekadar Jualan Online, Warkop Digital Bongkar Strategi Tokodesa untuk Majukan Produk Desa di Lima Wilayah

Warkop Digital (WADI) menggelar Pelatihan Tokodesa pada Selasa, 13 Januari 2026, sebagai upaya memperkuat digitalisasi dan pemasaran produk desa. Kegiatan daring ini diikuti oleh perwakilan Warkop Digital dari lima wilayah dan dipandu oleh Pak Akbar selaku mentor. Pelatihan mencakup pengenalan Tokodesa, praktik pembuatan akun, serta pembahasan kendala dan solusi pengelolaan platform guna mendorong produk desa mampu bersaing di era digital.

Bukan Sekadar Jualan Online, Warkop Digital Bongkar Strategi Tokodesa untuk Majukan Produk Desa di Lima Wilayah
Bukan Sekadar Jualan Online, Warkop Digital Bongkar Strategi Tokodesa untuk Majukan Produk Desa di Lima Wilayah
Bukan Sekadar Jualan Online, Warkop Digital Bongkar Strategi Tokodesa untuk Majukan Produk Desa di Lima Wilayah

Warkop Digital (WADI) terus memperkuat perannya sebagai motor penggerak transformasi digital desa. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui Pelatihan Tokodesa yang digelar pada Selasa, 13 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada pukul 08.00 hingga 09.00 WIB dan diikuti oleh perwakilan Warkop Digital dari lima wilayah, yakni Ngantang, Lawang, Turen, Purworejo, dan Poncokusumo.

Pelatihan Tokodesa bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola Warkop Digital dalam memanfaatkan platform Tokodesa sebagai sarana digitalisasi dan pemasaran produk unggulan desa. Kegiatan ini dipandu oleh Pak Akbar selaku mentor, yang memberikan pemaparan mendalam terkait peran Tokodesa dalam memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing produk desa di era digital.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama sebagai bentuk kesiapan peserta dalam mengikuti rangkaian pelatihan. Selanjutnya, mentor menyampaikan materi pengenalan Tokodesa secara menyeluruh, mulai dari konsep dasar platform, fungsi utama, hingga manfaat strategis Tokodesa dalam mendukung pemasaran produk desa secara lebih modern, terstruktur, dan berkelanjutan.

Tidak hanya berfokus pada teori, pelatihan ini juga menekankan aspek praktik. Para peserta diajak melakukan praktik langsung pembuatan akun Tokodesa, sekaligus memahami tahapan pengelolaan akun agar dapat digunakan secara optimal. Pendekatan aplikatif ini diharapkan mampu membekali peserta dengan keterampilan nyata yang siap diterapkan di wilayah masing-masing.

Pada sesi akhir, mentor membagikan berbagai kisah nyata yang sering ditemui dalam penggunaan Tokodesa, termasuk kendala teknis maupun tantangan dalam pengelolaan konten dan pemasaran. Berbagai permasalahan tersebut dibahas secara terbuka, disertai dengan solusi praktis yang dapat diterapkan oleh para peserta.

Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan diskusi dua arah antara mentor dan peserta. Suasana ini memungkinkan peserta untuk menggali pengalaman langsung serta mendapatkan pemahaman yang lebih kontekstual sesuai kondisi di lapangan. Kegiatan kemudian ditutup dengan penguatan dan arahan dari mentor agar peserta dapat segera mengimplementasikan Tokodesa sebagai alat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa berbasis digital.

Melalui pelatihan ini, Warkop Digital berharap Tokodesa dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh setiap wilayah, sehingga produk-produk desa mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas melalui ekosistem digital.