Siswa SMP di Bandung Tewas Dibunuh Dua Remaja, Motif Dendam Pertemanan dan Penyimpangan Seksual
Seorang siswa dari SMP Negeri 26 Kota Bandung berusia 14 tahun ditemukan tewas setelah dibunuh oleh dua remaja yang masih di bawah umur. Peristiwa ini terjadi di wilayah Bandung dan menggemparkan masyarakat. Korban ditemukan meninggal di area bekas tempat wisata Kampung Gajah. Berdasarkan penyelidikan, korban dibunuh menggunakan senjata tajam dan benda tumpul, lalu jasadnya dibuang di lokasi tersebut. Dua pelaku yang berasal dari Garut berhasil ditangkap polisi setelah sempat melarikan diri. Keduanya diketahui memiliki hubungan pertemanan lama dengan korban. Motif pembunuhan diduga karena dendam dan konflik pribadi setelah hubungan pertemanan mereka memburuk. Korban sebelumnya berusaha menjauh dari pelaku karena merasa tertekan. Kasus ini masih dalam proses hukum dengan penanganan khusus karena pelaku masih di bawah umur, serta memicu keprihatinan publik terhadap kekerasan di kalangan remaja.
Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bandung, Jawa Barat, ditemukan tewas setelah menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh dua remaja yang masih di bawah umur. Peristiwa tragis ini menggemparkan masyarakat karena pelaku diketahui merupakan teman dekat korban.
Korban berinisial ZAAQ (14), pelajar SMP Negeri 26 Kota Bandung. Ia ditemukan meninggal dunia di kawasan bekas objek wisata Kampung Gajah, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, pada pertengahan Februari 2026.
Menurut hasil penyelidikan kepolisian, pembunuhan terjadi pada 9 Februari 2026. Kedua pelaku, berinisial YA (16) dan AP (17), sengaja datang ke Bandung untuk menemui korban.
Setelah bertemu, korban kemudian dibunuh dan jasadnya dibuang di area bekas tempat wisata Kampung Gajah. Hasil autopsi menunjukkan korban mengalami luka serius akibat tusukan senjata tajam serta benturan benda tumpul pada bagian tubuh dan kepala. Korban sempat dilaporkan hilang sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia. Bahkan sempat beredar informasi bahwa ia diculik, namun penyelidikan polisi mengungkap bahwa kabar tersebut merupakan rekayasa pelaku.
Hasil pemeriksaan sementara mengungkap motif utama pembunuhan adalah rasa sakit hati dan dendam. Korban diketahui memutus hubungan pertemanan yang telah terjalin cukup lama dengan salah satu pelaku. Hubungan mereka sudah berlangsung sejak kecil ketika tinggal di Garut. Namun konflik kerap terjadi, bahkan keluarga korban mengaku pernah memindahkan sekolah korban untuk menjauhkannya dari pelaku. Meski demikian, pelaku tetap berusaha menemui korban hingga akhirnya terjadi peristiwa pembunuhan.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif dan peran masing-masing pelaku. Proses hukum dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dengan mempertimbangkan bahwa kedua pelaku masih berstatus anak di bawah umur.

mutiaraabd