"Darurat Pencurian Helm: Fenomena Klasik yang Tak Kunjung Usai"
SAMARINDA – Masalah pencurian helm di Kota Samarinda kini memasuki tahap yang mengkhawatirkan dan menjadi sorotan tajam bagi keamanan publik. Meski berbagai fasilitas umum telah dilengkapi dengan penjagaan dan sistem parkir berbayar, hal tersebut nyatanya belum mampu memberikan jaminan keamanan bagi barang milik pengendara.
Beberapa titik keramaian, seperti kawasan Taman Cerdas dan area Balai Kota Samarinda, dilaporkan menjadi lokasi rawan pencurian. Dalam salah satu insiden, seorang warga bernama Jalia (25), harus kehilangan dua buah helm sekaligus di parkiran Taman Cerdas dengan total kerugian mencapai Rp500 ribu. Ironisnya, pengawasan yang lemah dan rusaknya fasilitas pendukung seperti CCTV akibat renovasi seperti yang terjadi di kompleks Balai Kota semakin mempermudah aksi para pelaku.
Kondisi ini memicu keresahan mendalam bagi warga. Agustin (23), salah satu korban yang sudah kehilangan helm hingga tiga kali, mengungkapkan rasa pesimisnya terhadap keamanan parkir saat ini. Menurutnya, membayar retribusi parkir tidak menjamin barang tetap aman, sehingga masyarakat kini cenderung pasrah menghadapi fenomena yang dianggap sudah menjadi "budaya negatif" yang lumrah di Samarinda.
Krisis keamanan ini tidak hanya menyasar warga umum, tetapi juga merambah ke Pejabat Daerah. Terjadi pencurian helm di parkiran Gelora Kadrie Oening yang menimpa seorang anggota DPRD Kalimantan Timur, Bapak Abdul Giaz, yang membuktikan bahwa pelaku semakin nekat beraksi di mana saja.
Menanggapi situasi darurat ini, Pemerintah Kota Samarinda melalui Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri menyatakan telah menerima banyak keluhan dari masyarakat. Pemerintah berencana melakukan koordinasi lintas sektor bersama aparat kepolisian untuk mengevaluasi tata kelola parkir dan pengawasan keamanan.
Selain itu, terdapat desakan kuat agar pihak berwenang memperketat pengawasan terhadap perdagangan helm bekas. Masyarakat berharap para penjual tidak asal menerima barang yang dicurigai sebagai hasil curian guna memutus rantai penadahan yang selama ini melanggengkan aksi pencurian helm di Kota Tepian.
Sumber : Kaltimtoday.co dan Kaltimetam.id