Pemerintah Telusuri Isu Kebocoran 58 Juta Data Pendidikan
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan tengah menyelidiki kabar dugaan bocornya sekitar 58 juta data pendidikan yang ramai diperbincangkan di media sosial. Isu ini mencuat setelah banyak unggahan yang mengaitkan data pendidikan dengan ancaman keamanan siber besar-besaran.
Dalam keterangan resmi, Komdigi menyampaikan bahwa pihaknya belum bisa memastikan apakah klaim tentang kebocoran data tersebut benar atau hanya informasi yang tidak diverifikasi. Tim teknis saat ini berkoordinasi dengan unit keamanan siber lain untuk melakukan penelusuran lebih mendalam terhadap sumber dan konten yang beredar.
Kementerian juga menekankan pentingnya memastikan bahwa data pribadi yang tersimpan dalam berbagai sistem pendidikan dilindungi dengan baik. Pemeriksaan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana data tersebut diperoleh, apakah memang terjadi pelanggaran keamanan, atau hanya misinformasi yang tersebar tanpa bukti kuat.
Pemerintah memastikan proses pengusutan berjalan hati-hati dan tidak akan terburu-buru menyimpulkan status kebocoran sampai bukti yang jelas ditemukan. Langkah ini juga sebagai respons terhadap kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan kompromi data pribadi dalam lingkungan pendidikan dan digital nasional.
Sumber: Tempo
Fahrezy.