Polisi Selidiki Asal Cairan pada Kasus Penyiraman Pelajar di Cempaka Putih

Polisi masih menyelidiki asal-usul cairan yang digunakan dalam kasus penyiraman terhadap pelajar di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Sampel cairan saat ini tengah diperiksa di laboratorium forensik untuk memastikan jenis serta sumbernya.

Polisi Selidiki Asal Cairan pada Kasus Penyiraman Pelajar di Cempaka Putih
Ilustrasi pelajar berkendara di jalan raya

Jakarta – Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat masih mendalami asal-usul barang bukti dalam kasus penyiraman cairan terhadap sejumlah pelajar yang terjadi di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada 6 Februari 2026. Hingga kini, jenis cairan yang digunakan pelaku masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik.

Penyidik menyebutkan bahwa sampel cairan telah dikirim ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri di Sentul, Bogor, untuk dilakukan pengujian lebih lanjut. Informasi awal yang diperoleh menyebutkan cairan tersebut diduga berasal dari bahan yang digunakan saat kegiatan praktikum di sekolah para pelaku.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlin Sumantri menjelaskan bahwa penyidik masih menelusuri detail perolehan cairan tersebut, termasuk bagaimana pelaku dapat membawanya keluar dari lingkungan sekolah.

Peristiwa itu melibatkan tiga pelajar yang berboncengan sepeda motor dan menyiramkan cairan ke arah tiga pelajar lain dari sekolah berbeda yang juga sedang berkendara. Akibat kejadian tersebut, salah satu korban mengalami luka pada bagian mata dan langsung mendapatkan penanganan medis.

Polisi telah mengamankan tiga terduga pelaku berinisial A, D, dan F. Dari hasil pemeriksaan sementara, dua di antaranya diketahui masih berstatus anak di bawah umur sehingga penanganan kasus turut melibatkan prosedur khusus sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan kendaraan pelaku mendekati sepeda motor korban dari arah berlawanan sebelum akhirnya menyiramkan cairan dan melarikan diri dari lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan sementara, pelaku dan korban tidak memiliki hubungan maupun saling mengenal, dan aksi tersebut diduga dilakukan secara acak.

Kepolisian menyatakan proses penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan jenis cairan yang digunakan, motif pelaku, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut.