Tebing Longsor di Ngantang Malang merusak sejumlah rumah karena curah hujan yang tinggi
Hujan deras yang mengguyur jawa timur khususnya di daerah ngantang malang, menyebabkan beberapa bencana salah satunya longsor. Longsor dari tebing setinggi 10 meter menyebabkan kerusakan pada rumah warga. Untungnya otoritas berwenang segera menangani bencara longsor sehingga dapat meminimalisir kerusakan baik harta maupun jiwa.
Malang — Hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, memicu terjadinya bencana tanah longsor di Desa Tulungrejo pada Selasa (10/2/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan setelah tertimpa material longsoran dari tebing setinggi sekitar 10 meter.
Kejadian longsor dilaporkan warga kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menjelang siang hari. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan asesmen dampak bencana.
Personel yang terlibat dalam penanganan meliputi BPBD Kabupaten Malang, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Muspika Ngantang, relawan kebencanaan, perangkat desa, serta masyarakat setempat yang turut bergotong royong membersihkan material longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, menjelaskan bahwa longsor terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
“Curah hujan dengan intensitas sedang hingga deras menyebabkan tebing dengan tinggi kurang lebih 10 meter dan lebar sekitar lima meter mengalami longsor,” ujarnya.
Berdasarkan dokumentasi di lapangan, lokasi tebing yang longsor berada sangat dekat dengan permukiman warga. Material tanah dan batu yang runtuh pun langsung mengenai bangunan rumah di bawahnya sehingga menimbulkan kerusakan pada beberapa bagian bangunan.
BPBD mencatat sedikitnya dua rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang, terutama pada bagian dinding dapur yang terdampak langsung oleh material longsoran.

Rumah yang terdampak diketahui milik Sunadi yang dihuni satu kepala keluarga dengan empat jiwa. Sementara satu rumah lainnya milik Junaedi, juga dihuni oleh satu kepala keluarga dengan jumlah penghuni empat orang.
Meski menyebabkan kerusakan bangunan, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Hingga saat ini, petugas bersama warga masih melakukan pembersihan material longsor serta kerja bakti guna memastikan lingkungan kembali aman.
BPBD Kabupaten Malang juga masih melakukan pendataan terkait total kerugian material akibat bencana tersebut. Pihaknya mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan berlangsung.
“Perkembangan informasi selanjutnya akan kami sampaikan pada pembaruan berikutnya,” pungkas Purwoto.
dilansir dari jombangtimes.com
mferdyn