Jutaan Anak Putus Sekolah, Program Sekolah Rakyat Jadi Jawaban?
Program Sekolah Rakyat 2026, upaya baru kurangi angka putus sekolah
Guetilang.com, Di tahun 2026 dihadapkan dengan pendidikan terancam, menurunnya kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru yang terancam. Hal ini dilihat pada kenyataan pahit yaitu 3,4 juta anak SMA putus sekolah. Isu ini ramai dibahas setelah muncul data yang menyebut jutaan anak usia SMA tidak lagi melanjutkan pendidikan. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan di Indonesia. Banyak faktor yang menyebabkan siswa berhenti sekolah, mulai dari masalah ekonomi keluarga, kurikulum yang tidak sesuai dengan dunia kerja hingga keterbatasan akses di daerah tertentu.
Pemerintah baru saja meresmikan program 166 Sekolah Rakyat diseluruh Indonesia pada 12 Januari 2026. Program ini disebut sebagai salah satu langkah untuk menekan angka putus sekolah. Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep asrama gratis dan kurikulum berbasis digital. Program ini ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya, dengan mendapatkan fasilitas makan, asrama, dan laptop gratis.
Meski begitu, muncul sejumlah tanggapan dari masyarakat. Ada yang menyambut baik karena dianggap bisa membantu anak-anak yang kesulitan akses sekolah. Namun ada juga yang mengingatkan soal kesiapan tenaga pengajar, fasilitas, dan infrastruktur terutama di wilayah terpencil hingga potensi stigma sekolah anak miskin yang bisa muncul. Pendidikan itu hak bukan privilege, Sekolah Rakyat harus menjadi jembatan bukan justru memperlebar sekat sosial antara yang kaya dan yang kurang mampu.
Pendidikan sendiri merupakan hak setiap warga negara. Karena itu, banyak yang berharap kebijakan baru ini benar-benar bisa menjawab persoalan yang ada, bukan hanya menjadi solusi sementara. Selain itu, beberapa pihak menilai pentingnya memastikan program ini berjalan jangka panjang dan tidak berhenti di tengah jalan. Kedepannya, pelaksanaan Sekolah Rakyat akan menjadi perhatian bersama. Masyarakat tentu menunggu bagaimana program ini dijalankan dan sejauh mana dampaknya terhadap penurunan angka putus sekolah di Indonesia.
(Sumber : Instagram sociavitcom)
https://www.instagram.com/reel/DUniekrgfAu/?igsh=ZnNrMjZ4NWtzNW0w
Sastri Wacana Prapna Paramita