Mulai 2026, Pemeriksaan Rekening Tabungan Turis Asing yang Masuk ke Bali Akan Diberlakukan
Tingginya arus wisatawan asing ke Bali memicu berbagai dampak negatif, sehingga Pemerintah Provinsi Bali berencana menerapkan pemeriksaan rekening tabungan bagi turis mancanegara guna memastikan kunjungan yang lebih terkendali dan berkualitas.
Jakarta - Lonjakan kunjungan wisatawan asing ke Bali dalam beberapa tahun terakhir membawa dampak ganda. Di satu sisi, sektor pariwisata kembali menggeliat pascapandemi, namun di sisi lain muncul berbagai persoalan serius seperti kepadatan kawasan wisata, meningkatnya volume sampah, kemacetan, hingga tekanan terhadap lingkungan dan budaya lokal. Kondisi ini mendorong Pemerintah Provinsi Bali untuk mengambil langkah pengendalian yang lebih tegas terhadap arus wisatawan mancanegara.
Sebagai upaya menata ulang pariwisata, Pemerintah Provinsi Bali tengah menyiapkan kebijakan baru yang akan diterapkan mulai tahun 2026. Salah satu rencana yang disorot adalah pemeriksaan kondisi keuangan wisatawan asing melalui rekening tabungan sebelum mereka masuk ke Bali. Pemeriksaan tersebut difokuskan pada kecukupan dana selama periode tertentu guna memastikan wisatawan yang datang benar-benar siap secara finansial.
Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya menyangkut aspek keuangan, tetapi juga akan mempertimbangkan durasi kunjungan serta rencana aktivitas wisatawan selama berada di Bali. Dengan mekanisme tersebut, pemerintah daerah ingin memastikan setiap kunjungan dapat terpantau dengan baik, sebagaimana praktik seleksi wisatawan yang telah diterapkan di sejumlah negara lain.

Data kunjungan menunjukkan bahwa sepanjang 2025, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali mencapai angka jutaan orang melalui jalur udara dan laut. Tingginya angka tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab sulitnya pengendalian perilaku wisatawan, terutama setelah sebelumnya berbagai kemudahan akses diberikan demi memulihkan sektor pariwisata.
Melalui kebijakan baru ini, Pemerintah Provinsi Bali menegaskan arah pembangunan pariwisata tidak lagi semata-mata mengejar jumlah kunjungan, melainkan berfokus pada kualitas wisatawan. Harapannya, kehadiran turis asing dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih berkelanjutan tanpa memperparah persoalan sosial dan lingkungan di Pulau Dewata.
Sepdiyan Irdia F