Bunga Anggrek Tumbuh Subur di Desa Losari, Usaha Pak Setiawan Kian Berkembang

Usaha budidaya bunga anggrek milik Pak Setiawan di Desa Losari, bernama Hastina Orchid, berkembang sejak dirintis pada 2020 dan resmi dibuka pada 2022. Dengan perawatan telaten, dukungan keluarga, serta sistem pemasaran melalui reseller dan penjualan langsung, usaha ini menjadi salah satu contoh UMKM tanaman hias yang terus tumbuh dan berpotensi menjadi ikon lokal.

Bunga Anggrek Tumbuh Subur di Desa Losari, Usaha Pak Setiawan Kian Berkembang

Desa Losari kini memiliki salah satu usaha tanaman hias yang semakin dikenal masyarakat, yaitu budidaya dan penjualan bunga anggrek milik Pak Setiawan. Usaha ini menjadi contoh nyata bagaimana UMKM lokal dapat tumbuh melalui ketekunan, perawatan yang konsisten, serta strategi pemasaran yang tepat. Kehadiran Hastina Orchid tidak hanya menambah potensi ekonomi desa, tetapi juga memperkaya ragam usaha kreatif di bidang hortikultura.

Pak Setiawan mulai merintis usaha anggrek sejak tahun 2020 dengan membangun area rumah tanam secara bertahap. Usaha yang diberi nama Hastina Orchid ini beralamat di Jl. Simpati No. 6, Sempol, Losari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Pada masa awal perintisan, fokus utama adalah menyiapkan infrastruktur seperti rak tanaman, sistem penyiraman, peneduh, serta pemilihan media tanam yang sesuai untuk berbagai jenis anggrek. Proses tersebut memerlukan waktu, ketelitian, dan pembelajaran berkelanjutan agar tanaman dapat tumbuh stabil.

Setelah melalui masa persiapan dan uji perawatan, usaha ini resmi dibuka untuk umum pada tahun 2022. Dalam pengelolaannya, Pak Setiawan tidak bekerja sendiri. Sang istri turut berperan aktif membantu operasional harian, mulai dari perawatan tanaman, penataan display, hingga melayani pelanggan. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha ini.

Beragam jenis anggrek dibudidayakan di Hastina Orchid, mulai dari jenis yang populer hingga varietas yang memiliki nilai jual tinggi. Setiap tanaman dirawat dengan metode yang disesuaikan, karena karakter anggrek berbeda dengan tanaman hias lainnya. Penyiraman dilakukan secara rutin setiap dua hari sekali dengan pengaturan volume air yang tepat agar akar tidak membusuk. Selain itu, aspek pencahayaan, suhu, kelembapan udara, serta sirkulasi angin juga dijaga dengan cermat untuk menciptakan lingkungan tumbuh yang ideal.

Pak Setiawan juga menerapkan standar pemeliharaan seperti pemupukan berkala, pengecekan hama, serta penggantian media tanam jika diperlukan. Dengan perawatan telaten tersebut, anggrek yang dihasilkan memiliki kualitas baik, sehat, dan memiliki daya tahan yang lebih lama saat sampai ke tangan pembeli.

Dari sisi pemasaran, Hastina Orchid mengandalkan kombinasi penjualan langsung dan jaringan reseller. Para reseller datang secara berkala untuk mengambil stok dalam jumlah tertentu, kemudian menjual kembali ke wilayah lain. Skema ini terbukti membantu memperluas jangkauan pasar tanpa harus membuka banyak cabang. Selain itu, penjualan langsung di lokasi juga tetap berjalan, terutama untuk pelanggan yang ingin memilih tanaman secara langsung dan mendapatkan edukasi cara perawatan.

Toko mulai beroperasi sejak pukul 07.30 pagi dengan jam layanan yang cukup fleksibel. Banyak pelanggan datang tidak hanya untuk membeli, tetapi juga berkonsultasi mengenai teknik merawat anggrek di rumah. Pelayanan yang ramah dan informatif menjadi nilai tambah yang membuat pelanggan merasa nyaman.

Ke depan, Pak Setiawan berencana menambah koleksi varietas anggrek serta memperluas jaringan pemasaran, termasuk melalui media digital. Dengan tren tanaman hias yang terus diminati, Hastina Orchid diharapkan dapat menjadi salah satu ikon usaha tanaman hias unggulan di Desa Losari sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan komunitas dan pelaku UMKM lainnya.