Konflik Iran-AS Memasuki Babak Baru: Harga Emas Dunia Tembus US$ 5.000, Investor Masuk Mode Panik
Lonjakan tajam harga emas dunia hingga menyentuh US$ 5.097,20 per troy ons dipicu oleh eskalasi ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran pasca-penembakan drone di kawasan Teluk. Status emas sebagai aset safe haven semakin diperkuat oleh ketidakpastian kebijakan The Fed dan krisis ekonomi di Iran, yang mendorong investor domestik dan global berbondong-bondong mengamankan modal mereka hingga menyebabkan harga emas Antam naik signifikan sebesar Rp 102.000 per gram. Meskipun harga diprediksi terus meningkat hingga di akhir tahun, para pakar tetap memperingatkan adanya risiko volatilitas tinggi dan potensi aksi ambil untung jika tensi geopolitik mereda.
Harga emas dunia kembali meroket tinggi pada perdagangan Rabu (4/2/2026). Setelah sempat mengalami koreksi tajam di awal pekan, logam mulia ini kembali meroket dan mendekati level psikologis baru. Para analis meyakini bahwa eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi bahan bakar utama di balik lonjakan harga ini.
Sumber : Kompas.com (2026)
Sentimen pasar berubah agresif setelah laporan militer Amerika Serikat menyatakan telah menembak jatuh sebuah pesawat nirawak (drone) milik Iran pada Selasa malam. Insiden ini memicu kekhawatiran global akan potensi konflik terbuka di kawasan Teluk, yang merupakan jalur vital pasokan energi dunia.
Emas spot dilaporkan melonjak lebih dari 6% dalam satu hari perdagangan, menyentuh angka US$ 5.097,20 per troy ons. Di pasar domestik, harga emas Antam juga ikut terkerek naik signifikan, mencatatkan lonjakan hingga Rp 102.000 per gram dalam waktu singkat. Pada Galeri 24 harga emas saat ini telah menyentuh Rp. 2.922.000/gr.
Sumber : PT First Statue Futures (2025)
Meski harga saat ini berada di level yang sangat tinggi, para pakar mengingatkan adanya volatilitas yang besar. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap aksi profit taking (ambil untung) yang sewaktu-waktu bisa terjadi jika ada sinyal de-eskalasi antara Washington dan Teheran.
Namun, selama "genderang perang" masih terdengar di Timur Tengah, emas diprediksi akan tetap menjadi primadona di lantai bursa dunia.
Jadi kalian lebih pilih serok atau hold nih guys? :D
Mutiara Arum Sari