"Alarm Merah di Sumsel: 628 Perempuan dan Anak Jadi Korban Kekerasan Sepanjang 2025"

Kenaikan angka ini menjadi panggilan bagi masyarakat untuk lebih peduli. Kunci utama memutus rantai kekerasan ini adalah keberanian untuk melapor dan dukungan kolektif lingkungan sekitar agar korban tidak merasa sendirian.

"Alarm Merah di Sumsel: 628 Perempuan dan Anak Jadi Korban Kekerasan Sepanjang 2025"

Palembang - Situasi perlindungan bagi kaum wanita dan anak-anak di wilayah Sumatera Selatan saat ini sangat mengkhawatirkan.

Sampai permulaan bulan Desember tahun 2025, jumlah tindakan kekerasan semakin meningkat hingga mencapai 591 insiden yang mengakibatkan 628 orang menjadi korban.

1. Tren yang Terus Meningkat

Selama kurun waktu empat tahun belakangan ini, jumlah tindakan kekerasan sepertinya masih tetap tinggi dan belum memperlihatkan adanya perbaikan.

Dari jumlah 471 perkara yang tercatat pada tahun 2022, terjadi peningkatan drastis menjadi 591 perkara pada tahun 2025.

Sungguh disayangkan, jumlah yang tercatat ini diperkirakan hanyalah sebagian kecil saja dari masalah yang sebenarnya, sebab masih banyak orang yang menjadi korban merasa khawatir untuk mengungkapkan apa yang telah mereka alami.

2. Keluarga Justru Jadi Tempat Rawan

Alih-alih sebagai zona aman, tempat tinggal malah menjadi area dengan angka insiden paling banyak.

Berdasarkan laporan itu, tindakan kekerasan yang paling banyak terjadi adalah kekerasan yang berbau seksual.

3. Cara Mengatasi Masalah dan Melindungi Korban

Pemerintah Daerah Sumatera Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) sudah merancang berbagai upaya dukungan untuk melindungi orang-orang yang menjadi korban.

Layanan darurat: Bantuan tersedia sepanjang waktu melalui nomor telepon 129 atau 119.

Rumah Aman: Tempat berlindung yang dirahasiakan untuk para korban yang merasa hidupnya dalam bahaya jika mereka pulang ke kediaman mereka.

Pendampingan Total: Dimulai dengan memberikan dukungan mental dan emosional, sampai mengawal perkara hukum hingga proses pengadilan.

Kesimpulan: Melonjaknya statistik ini seharusnya membuat semua orang lebih perhatian dan bertanggung jawab.

Keberanian untuk mengadukan tindakan kasar dan bantuan bersama dari orang-orang terdekat adalah cara paling penting untuk menghentikan lingkaran kekejaman ini, sehingga mereka yang menjadi korban merasa ada yang peduli.