Dinas Kesehatan Kota Malang Gelar Imunisasi Campak Februari 2026 untuk Capai Imunitas Kelompok

Dinas Kesehatan Kota Malang berencana melaksanakan program Imunisasi Tanggap Wabah Campak di awal Februari 2026. Upaya ini ditujukan untuk mengendalikan transmisi campak dan membangun imunitas komunal di area yang terpapar.

Dinas Kesehatan Kota Malang Gelar Imunisasi Campak Februari 2026 untuk Capai Imunitas Kelompok

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, memaparkan bahwa pelaksanaan vaksinasi massal ini amat penting. Sasarannya ialah supaya herd immunity atau imunitas komunal dapat terbangun secara cepat di kalangan warga.

Terbentuknya imunitas kelompok ini diharapkan sanggup menurunkan risiko transmisi campak secara drastis. Vaksinasi akan diprioritaskan pada zona-zona yang terdeteksi memiliki kasus campak untuk memotong rantai penularan lebih meluas.

Strategi Pembentukan Kekebalan Kelompok

Husnul Muarif menggarisbawahi urgensi pencapaian target minimal 75 persen warga yang divaksinasi guna membentuk herd immunity yang optimal. Apabila sasaran ini terpenuhi, potensi transmisi campak di Kota Malang akan menurun secara signifikan.

Transmisi campak dapat dipicu oleh berbagai hal, di antaranya kelengkapan vaksinasi yang belum sempurna, kekurangan nutrisi, serta kondisi sanitasi lingkungan yang buruk. Faktor-faktor tersebut menjadikan program vaksinasi sebagai tindakan pencegahan yang krusial.

Ciri-ciri khas campak mencakup suhu tubuh tinggi dan kemunculan bercak kemerahan. Bercak ini umumnya berawal dari belakang telinga, lalu merambat ke wajah, hingga bahu bagian belakang, dengan karakteristik titik-titik merah yang khas.

Tujuan dan Cakupan Penyelenggaraan ORI Campak

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, Miefta Eti Winindar, memastikan bahwa program ORI campak menyasar 23.446 anak. Target vaksinasi ini meliputi anak-anak berusia sembilan bulan sampai di bawah 13 tahun.

Miefta memaparkan bahwa ORI campak didesain khusus untuk membangun imunitas secara cepat dan menghentikan mata rantai transmisi campak yang lebih masif. Karena itu, vaksinasi ini akan diberikan kepada seluruh anak sasaran tanpa melihat riwayat imunisasi mereka terdahulu.

Kegiatan vaksinasi akan diprioritaskan pada tiga kelurahan yang telah terdeteksi kasus campak. Pendekatan ini diharapkan mampu menahan penyebaran dan menekan angka kasus sesegera mungkin di kawasan tersebut.

Penyebaran Kasus Campak di Wilayah Kota Malang

Dinas Kesehatan Kota Malang menemukan bahwa kasus campak muncul di tiga kelurahan. Kelurahan Buring dan Kelurahan Kedungkandang yang berlokasi di Kecamatan Kedungkandang, ditambah Kelurahan Tanjungrejo di Kecamatan Sukun, menjadi sasaran utama tindakan preventif.

Pada Kelurahan Buring, terdapat dua individu yang positif campak dengan relasi epidemiologi yang terbukti. Situasi identik juga terjadi di Kelurahan Kedungkandang, dengan dua pasien positif yang memiliki koneksi epidemiologi.

Sementara itu, di Kelurahan Tanjungrejo, dijumpai tiga pasien positif campak, dengan dua orang di antaranya juga memiliki kaitan epidemiologi. Data tersebut menjadi acuan dalam menentukan zona prioritas untuk pelaksanaan ORI.

Sumber: AntaraNews