Target Tiga Tahun Mendatang, Prabowo Dorong Sekolah Punya Enam Ruang Kelas Berbasis Smartboard

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana digitalisasi pendidikan nasional melalui penambahan satu juta smartboard di sekolah serta pembangunan dan renovasi infrastruktur pendidikan dalam tiga tahun ke depan

Target Tiga Tahun Mendatang, Prabowo Dorong Sekolah Punya Enam Ruang Kelas Berbasis Smartboard
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri forum World Economic Forum 2026 yang digelar di Davos, Swiss. (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana pemerintah untuk memperluas pemanfaatan teknologi digital di sektor pendidikan dengan menambah satu juta unit interactive flat panel (IFP) atau smartboard di sekolah-sekolah. Kebijakan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam forum World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar di Davos, Swiss.

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyalurkan sekitar 288 ribu smartboard berukuran 75 inci ke sejumlah sekolah. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan digitalisasi pendidikan nasional.

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa pada tahun 2026 pemerintah menargetkan penambahan satu juta panel interaktif, sehingga setiap sekolah diharapkan memiliki sekitar tiga hingga empat ruang kelas yang dilengkapi perangkat digital. Dalam jangka waktu tiga tahun ke depan, pemerintah menargetkan seluruh sekolah di Indonesia memiliki sedikitnya enam ruang kelas dengan smartboard.

Selain pengadaan teknologi pembelajaran, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya peningkatan infrastruktur pendidikan. Pada tahun ini, pemerintah menargetkan renovasi dan modernisasi terhadap sekitar 60 ribu sekolah di berbagai wilayah.

Di samping itu, pemerintah juga tengah membangun 1.000 sekolah baru yang dikonsep sebagai sekolah komprehensif terpadu. Sekolah-sekolah tersebut akan dilengkapi fasilitas modern, termasuk laboratorium yang menunjang kegiatan pembelajaran berbasis sains dan teknologi.

Presiden Prabowo turut menyampaikan perkembangan program pembangunan Sekolah Rakyat yang ditargetkan mencapai 500 sekolah hingga tahun 2029. Sebelumnya, pemerintah telah meresmikan 166 Sekolah Rakyat sebagai tahap awal pelaksanaan program tersebut.

Menurut Presiden Prabowo, konsep Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah berasrama pada umumnya yang identik dengan anak-anak dari keluarga mampu. Program Sekolah Rakyat dirancang khusus bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sebagai upaya pemerataan akses pendidikan.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat bertujuan memutus mata rantai kemiskinan yang masih terjadi di banyak negara berkembang. Di sejumlah negara global south, latar belakang ekonomi keluarga sering kali menentukan masa depan anak, sehingga anak-anak dari keluarga miskin cenderung mewarisi profesi dan kondisi sosial orang tuanya.