Kopi Dampit Malang Kian Diminati, Harga Stabil dan Permintaan Tinggi Tekan Pasokan Petani
Guetilang.com, Malang — Komoditas kopi asal Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terus menunjukkan prospek positif di tengah tantangan pemenuhan pasokan. Harga biji kopi lokal di wilayah ini tercatat relatif stabil di kisaran Rp 64.000 – Rp 70.000 per kilogram, dengan harapan petani agar harga bisa kembali menembus lebih dari Rp 80.000 per kilogram.
Kestabilan harga tersebut menandakan bahwa permintaan pasar terhadap kopi Dampit masih tinggi, baik dari pembeli domestik maupun luar daerah. Namun, lonjakan permintaan ini juga menimbulkan persoalan baru bagi petani karena ketersediaan produksi belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan pasar.
Salah satu petani sekaligus pengolah biji kopi dari Desa Amadanom, Nurdiyanto, menyampaikan bahwa peningkatan permintaan kopi dalam beberapa bulan terakhir berdampak langsung pada terbatasnya stok.
“Harga kopi saat ini cukup baik, tapi pasokan masih kurang karena permintaan dari luar daerah juga tinggi. Produksi kami belum bisa sepenuhnya mengimbangi,” ujarnya saat ditemui di kebunnya, Minggu (15/2/2026).
Kopi Dampit dikenal sebagai salah satu penghasil kopi robusta unggulan di Jawa Timur dengan karakter rasa khas dan aroma kuat. Potensi ini menjadikan Dampit sebagai sentra kopi strategis yang menarik minat pasar, terutama jika didukung peningkatan kualitas pascapanen dan inovasi pemasaran.
Menurut catatan Dinas Pertanian Kabupaten Malang, robusta dari wilayah selatan Malang — termasuk Dampit, Tirtoyudo, dan Ampelgading — menjadi komoditas perkebunan yang berkontribusi besar terhadap ekonomi masyarakat lokal.
Para petani berharap adanya dukungan pemerintah dan pelaku industri kopi untuk memperluas kapasitas produksi, memperkuat jaringan distribusi, serta meningkatkan nilai tambah produk melalui pengolahan modern dan sertifikasi mutu.
“Kalau ada pelatihan dan dukungan alat, kami bisa tingkatkan kapasitas produksi dan menjaga kualitas biji kopi,” tambah Nurdiyanto.
Dengan potensi besar dan permintaan pasar yang terus meningkat, kopi Dampit diyakini mampu menjadi ikon kopi unggulan Kabupaten Malang. Penguatan kolaborasi antara petani, koperasi, dan pemerintah menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.
Adam Alkarim