PROSES PANJANG DI BALIK LEGITNYA GULA JAWA KHAS DESA PUJORAHAYU KECAMATAN NEGERI KATON

PROSES PANJANG DI BALIK LEGITNYA GULA JAWA KHAS DESA PUJORAHAYU KECAMATAN NEGERI KATON
Proses perebusan air nira menjadi gula

Guetilang.com 

Pesawaran_Kecamatan Negeri Katon kabupaten Pesawaran provinsi Lampung, merupakan daerah sentra pembuatan gula jawa berbahan baku air nira kelapa Hibrida yang banyak dijumpai di wilayah ini, salah satunya berasal dari Desa Pujorahayu.

Legitnya gula jawa khas Desa Pujorahayu ini,ternyata tidak dapat dilakukan oleh semua pembuat gula. Beberapa proses harus dilalui untuk menghasilkan gula berkualias super. 

Seperti halnya Prastio salah satu pembuat gula jawa di Desa Pujorahayu Kecamatan Negeri Katon, bersama Cecep saudaranya,  setiap pagi dan sore pergi ke kebun kelapa miliknya untuk guna membuat gula jawa guna memenuhi kebutuhan keluarga mereka.

Prastio menjelaskan, untuk mendapatkan air nira harus memanjat pohon kelapa,duduk di pelepah daun,melilit bunga kelapa (manggar) dengan menggunakan tali plastik yang sudah disiapkan sebelumnya dengan tujuan menghambat proses pemekaran bunga kelapa itu sendiri. Akibatnya bunga kelapa akan membengkak karena sari makanan yang seharusnya dipakai tanaman untuk proses pemekaran bunga menjadi terhambat.

"Pembengkakan ini merupakan penumpukan sari pati makanan yang tertampung. Setelah proses pembengkakan berhenti barulah bunga kelapa (manggar) ini siap diiris," kata Prestio, Jumat (5/8/2022).

Prestio menjelaskan, irisan pertama dibuang ujung bunganya kemudian mengiris kembali bunga kelapa (manggar) agar keluar air niranya selanjutnya memasang wadah jerigen kosong dan dibiarkan terisi untuk diambil keesokan harinya. Air nira yang sudah diambil dan terkumpul di masukkan kedalam wajan besar untuk direbus.

"Butuh waktu 3-4 jam dalam proses perebusan", tambahnya.

Agar menghasilkan gula yang berkualitas bagus kata Prestio, harus terus menerus mengaduk-aduk air nira hingga mengental. Setelah air nira kental kemudian dicetak pada potongan bambu kecil dan ditunggu lebih kurang 30 menit hingga mengeras.

Dalam sehari dua bersaudara ini dapat memproduksi gula merah sekitar 25 kg,yang nantinya dijual pada pengepul gula dengan harga Rp 10.500/kg. Akan tetapi bagi mereka yang memiliki sangkutan (hutang) pada pengepul akan dihargai Rp 9.000/kg, lanjut Prastio.

Dari hasil penjualan gula merah ini,mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan membiayai sekolah anak-anaknya.