Investigasi Kecelakaan Pesawat ATR 42-500, KNKT Temukan Rekaman Pilot Selama 2 Jam

KNKT melaporkan perkembangan investigasi kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan pada 17 Januari 2026. Tim investigasi sudah berhasil mengunduh data dari dua alat perekam penerbangan: Flight Data Recorder (FDR) berisi 171 jam data operasional dengan lebih dari 180 parameter penerbangan. Cockpit Voice Recorder (CVR) merekam dua jam percakapan di kokpit. KNKT memastikan penerbangan rute Yogyakarta–Makassar yang mengalami kecelakaan terekam dalam kedua perangkat tersebut. Namun, seluruh data masih dalam tahap verifikasi dan analisis, sehingga belum ada hasil atau kesimpulan yang diumumkan. Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga telah memaparkan kronologi kecelakaan pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) tersebut dalam rapat dengan Komisi V DPR RI.

Investigasi Kecelakaan Pesawat ATR 42-500, KNKT Temukan Rekaman Pilot Selama 2 Jam
sumber foto kompas makassar

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyampaikan perkembangan terbaru terkait investigasi kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Pelaksana Tugas Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Henry Poerborianto, menjelaskan bahwa tim KNKT telah berhasil mengekstrak data dari flight recorder atau perangkat perekam penerbangan pesawat yang mengalami kecelakaan pada 17 Januari 2026.

Ia menyebutkan bahwa flight data recorder (FDR) berhasil dipulihkan dengan baik. Dari hasil pengunduhan, perangkat tersebut menyimpan 171 jam data operasional pesawat dengan lebih dari 180 parameter penerbangan yang terekam.

Selain itu, cockpit voice recorder (CVR) yang merekam percakapan di dalam kokpit juga telah berhasil diunduh. Alat tersebut berisi dua jam rekaman audio komunikasi kru penerbangan.

KNKT memastikan bahwa penerbangan rute Yogyakarta–Makassar yang mengalami kecelakaan termasuk dalam rekaman kedua alat tersebut. Namun demikian, Henry menegaskan bahwa investigasi masih berlangsung. Seluruh data yang diperoleh kini masih dalam tahap pemeriksaan dan analisis mendalam, sehingga belum ada kesimpulan yang dapat dipublikasikan.

Terkait kejadian ini, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi turut memaparkan kronologi kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dalam rapat bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada 20 Januari 2026.