Lari di GBK, Care for Sumut Charity Run Galang Dana untuk Korban Banjir Sumut
Ringkasan: Care for Sumut Charity Run digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta, sebagai ajang lari amal untuk menggalang dana bagi korban banjir di Sumatera Utara. Kegiatan ini diinisiasi oleh warga berdarah Batak di Jakarta dan seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan untuk pemulihan pascabanjir serta layanan kesehatan masyarakat terdampak. Deskripsi: Care for Sumut Charity Run digelar di GBK Jakarta untuk menggalang dana bagi korban banjir Sumatera Utara. Seluruh hasil donasi disalurkan untuk pemulihan dan layanan kesehatan.
Jakarta — Kepedulian terhadap korban banjir di Sumatera Utara diwujudkan melalui kegiatan lari amal bertajuk Care for Sumut Charity Run. Ajang ini digelar untuk menggalang dana guna mendukung proses pemulihan pascabanjir di wilayah terdampak.
Kegiatan kemanusiaan yang mengusung tema One Heartbeat, One Purpose ini diinisiasi oleh sekelompok warga berdarah Batak yang menetap di Jakarta. Mereka ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di kampung halaman, khususnya di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.
Bekerja sama dengan Mesa Race, panitia akan menggelar lomba lari kategori 5 kilometer di Gelora Bung Karno pada Minggu, 8 Februari 2026. Peserta yang ingin mengikuti kegiatan ini diwajibkan memberikan donasi minimal Rp500 ribu melalui mekanisme pendaftaran resmi.
Pendaftaran Care for Sumut Charity Run telah dibuka secara daring sejak 28 Januari dan akan berlangsung hingga 4 Februari 2026. Seluruh dana yang terkumpul dari kegiatan ini akan disalurkan sepenuhnya untuk mendukung program pemulihan pascabanjir serta layanan kesehatan masyarakat di Sumatera Utara.
Ketua Panitia Care for Sumut, Bara Krishna Hasibuan, menyampaikan bahwa kegiatan ini berangkat dari kegelisahan bersama atas dampak banjir besar yang melanda Sumatera Utara pada akhir tahun lalu.
“Care for Sumut merupakan inisiatif dari sekelompok orang berdarah Batak yang tinggal di Jakarta dan tergerak untuk melakukan aksi nyata membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir besar di Sumatera Utara,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Ia menambahkan, kesamaan kepedulian serta kegemaran berlari menjadi dasar lahirnya gagasan charity run sebagai sarana penggalangan dana. “Seluruh hasil kegiatan ini akan disalurkan untuk mendukung proses pemulihan, agar masyarakat terdampak dapat kembali bangkit dan menjalani kehidupan yang lebih layak,” lanjutnya.
Selain kegiatan lari, panitia juga akan mengumumkan laporan penggalangan dana dalam acara Fundraising Night pada malam harinya. Acara tersebut turut diramaikan dengan pelelangan kain ulos karya Edward Hutabarat serta lukisan dari Ruci Art Gallery.
Wakil Ketua Panitia Care for Sumut, Pahala Mansury, menegaskan komitmen penyelenggara dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana.
“Kami memahami bahwa bantuan harus disalurkan secara cepat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, seluruh dana akan dikelola secara transparan dan disalurkan melalui kerja sama dengan instansi serta organisasi lokal yang terverifikasi, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih, layanan kesehatan, dan perbaikan infrastruktur,” jelasnya.
Melalui Care for Sumut Charity Run, panitia berharap setiap langkah peserta di Jakarta dapat menjadi harapan baru bagi masyarakat terdampak banjir di Sumatera Utara.
Sabina Fairuz