JADI ARENA KARATE INTERNASIONAL, 1.414 ATLET BEREBUT PIALA KEMENPORA DI GOR KEN AROK

Kejuaraan nasional Jatim Open di GOR Ken Arok menjadi salah satu ajang kejuaraan yang turut menghadirkan atlet mancanegara

JADI ARENA KARATE INTERNASIONAL, 1.414 ATLET BEREBUT PIALA KEMENPORA DI GOR KEN AROK
Pelaksanaan Kejuaraan Jatim Open (sumber: YouTube JTV)

Kota Malang - Gelanggang Olahraga (GOR) Ken Arok menjadi salah satu pusat perhatian karate dunia akhir pekan ini. GOR kebanggan warga Malang yang terletak di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang ini menjadi tempat diselenggarakannya kejuaraan olahraga Jatim Open Piala Kemenpora 2026.

Kejuaraan yang dilaksanakan sejak tanggal 14-15 Februari 2026, diikuti oleh para atlet karate nasional hingga mancanegara. Sebanyak 1.414 atlet mengisi arena pertandingan. Meski bertajuk "Jatim Open", peserta dari negara lain turut meramaikan kompetisi, salah satunya bersal dari Malaysia. Hal ini menunjukkan bahwa GOR Ken Arok memiliki fasilitas yang dengan standart yang diakui untuk menyelenggarakan kegiatan berskala besar.

Kamarudin selaku ketua panitia Jatim Open menyatakan bahwa kejuaraan ini diselenggarakan untuk mengukur kemampuan para atlet dalam berlaga. Kejuaraan ini menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan kemampuan para atlet karate nasional yang potensial.

"Tujuan utama kami adalah mencari bibit-bibit atlet karate, khususnya untuk Kabupaten Malang dan Kota Malang. Dari sini kami berharap lahir atlet-atlet berprestasi yang bisa mengharumkan nama daerah," ujar Kamarudin

Partisipasi atlet luar negeri menjadi salah satu sarana bagi para atlet nasional untuk terus mengasah kemampuan. 

"Kehadiran atlet luar negeri menjadi motivasi tersendiri bagi para karateka muda. Mereka bisa mengukur kemampuan dengan lawan dari luar negeri," jelas Kamarudin 

Melalui kejuaraan ini, Kamarudin juga menjelaskan bahwa para atlet akan langsung masuk ke dalam pemetaan atlet potensial yang diinput ke dalam database nasional di pusat.

Jatim Open menjadi Kejuaraan yang tidak hanya memberi kesempatan untuk atlet muda potensial berlaga, tetapi juga kesempatan bagi para atlet veteran.

"Jadi ada kelas-kelas kompetisi untuk mengejar prestasi. Ada juga diberi kesempatan untuk para veteran untuk bisa kembali bernostalgia dengan pengalaman-pengalaman masa lalu," ujar Ardi selaku perwakilan MLPP FORKI.