BMKG Ingatkan 8 Wilayah Pantura Terancam Banjir Besar Hingga Akhir Januari

BMKG menetapkan delapan wilayah Pantura Jawa Tengah berstatus siaga banjir akibat potensi hujan ekstrem hingga akhir Januari dan mengimbau warga waspada.

BMKG Ingatkan 8 Wilayah Pantura Terancam Banjir Besar Hingga Akhir Januari
Peringatan cuaca ekstream wilayah jawa tengah

Guetilang.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meningkatkan tingkat kewaspadaan cuaca di sejumlah wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah setelah memprediksi potensi hujan sangat tinggi yang bisa memicu banjir dan bencana hidrometeorologi lain hingga akhir Januari. Peringatan ini berlaku mulai 21–31 Januari 2026 dan merupakan sinyal tertinggi dalam sistem peringatan dini curah hujan.

Menurut prakiraan BMKG, intensitas hujan di kawasan ini diperkirakan mencapai kisaran 200–300 milimeter per dasarian, tekanan hujan yang cukup besar untuk meningkatkan risiko banjir hingga tanah longsor dan pohon tumbang di sejumlah daerah terdampak.

Daerah yang Dianggap Sangat Berisiko

BMKG menetapkan delapan kabupaten/kota di Jawa Tengah masuk dalam level siaga merah banjir suatu kondisi yang menunjukkan ancaman tinggi terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi. Wilayah yang masuk daftar adalah:

  • Kabupaten Tegal
  • Kabupaten Pemalang
  • Kabupaten Pekalongan
  • Kabupaten Batang
  • Kabupaten Demak
  • Kabupaten Kudus
  • Kabupaten Jepara
  • Kota Pekalongan

Daerah-daerah tersebut dinilai punya potensi curah hujan ekstrem yang tinggi sehingga masyarakat diimbau lebih waspada.

Apa Penyebab Cuaca Ekstrem?

BMKG menjelaskan bahwa sejumlah faktor atmosfer berperan dalam memperkuat kondisi cuaca ekstrem di Jawa Tengah saat ini, termasuk:

  • Penguatan Monsun Asia, yang membawa massa udara basah ke wilayah Indonesia.
  • Aktivitas bibit siklon tropis 97S di Samudra Hindia.
  • Fenomena atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby yang mendukung pembentukan awan hujan masif.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah Jawa Tengah yang berpotensi terdampak hujan ekstrem agar meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya, dengan rutin memantau informasi cuaca resmi, menjaga kebersihan saluran air, serta menghindari aktivitas di area rawan saat hujan lebat berlangsung.

Baca Juga: Purworejo Tingkatkan Kewaspadaan Penyakit Hewan di Musim Hujan