Ajang Festival Indonesia Creative Cities

Ajang Festival Indonesia Creative Cities

Untuk pertama kalinya, tiga daerah di Malang Raya yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu berkolaborasi menjadi tuan rumah bersama dalam ajang Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 yang mengusung tema besar “Senyawa Nusantara.”

ICCF tidak hanya menjadi ajang perayaan kreativitas, tetapi juga menjadi wadah berbagi kinerja, gagasan, dan inspirasi antar daerah. Salah satu bentuk kolaborasi tersebut tampak dalam Forum Kepala Daerah, di mana para perwakilan dari berbagai kota saling berbagi pengalaman dalam membangun ekosistem kreatif di wilayahnya masing-masing.

Pada kesempatan ini, Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., bersama Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib turut mendampingi Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha Djumaryo, dalam rangkaian kegiatan ICCF 2025 yakni Festival Ekonomi Kreatif 2025 yang digelar di Kawasan Wisata Boonpring, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, pada Minggu (2/11) pagi.

Selain Festival Ekonomi Kreatif, kegiatan ini juga dirangkai dengan  Launching Logo Branding Pariwisata Kabupaten Malang, Peresmian Boonpring Bamboo Living Museum, Peresmian Pasar Wisata Boonpring, Grand Final Duta Wisata Joko Roro Cilik Kabupaten Malang, dan Gebyak Wayang Topeng Malangan

“Saya sangat mengapresiasi pelaksanaan Festival Ekonomi Kreatif 2025 di Kabupaten Malang, khususnya di kawasan wisata Boonpring ini. Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi ajang perayaan kreativitas, tetapi juga bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat.” ujar Wamen Kebudayaan RI, Giring.

Pesona Tari Topeng Malang memukau para penonton dalam ajang Gebyak Wayang Topeng Malang. Pertunjukan kolosal ini menjadi bagian dari Festival Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Malang 2025, sekaligus wujud nyata komitmen daerah dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya. Tari Topeng Malang menjadi pusat perhatian sepanjang festival. Lebih dari sekadar tontonan, gebyak ini menjadi simbol pelestarian Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang telah diakui sejak 2014. Cerita Panji yang menjadi inti kisah Topeng Malang juga telah tercatat dalam Memory of the World UNESCO sejak 2017, menegaskan nilai sejarah dan filosofi yang dikandungnya.

“Saya juga memberikan apresiasi tinggi terhadap penampilan Gebyak Wayang Topeng Malang yang menjadi pusat perhatian sepanjang festival ini. Lebih dari sekadar tontonan, gebyak ini merupakan simbol pelestarian Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Festival ini menjadi contoh nyata sinergi antara budaya dan ekonomi kreatif. Wayang Topeng Malangbukan sekadar seni pertunjukan, tetapi simbol pelestarian warisan budaya dunia yang harus terus kita hidupkan.” tambah Wamen Kebudayaan RI, Giring.