Nilai Tukar Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Melonjak ke Rp16.780

Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat yang menguat hingga mencapai level Rp16.780 per dolar AS. Penguatan dolar ini dipicu oleh faktor global, termasuk sikap investor yang cenderung mencari aset aman serta ketidakpastian ekonomi internasional. Kondisi tersebut turut memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, meskipun kondisi ekonomi Indonesia dinilai masih relatif stabil.

Nilai Tukar Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Melonjak ke Rp16.780

Guetilang.com, Bekasi – Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat hingga mencapai level Rp16.780 per dolar AS. Pergerakan ini terjadi seiring meningkatnya tekanan dari faktor global yang memengaruhi pasar keuangan internasional. 

Pelemahan tidak hanya terjadi pada rupiah, tetapi juga dialami mayoritas mata uang utama Asia. Berdasarkan data Bloomberg, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terbesar dengan penurunan 0,33 persen. Pelemahan juga dialami peso Filipina yang turun 0,19 persen, diikuti dolar Taiwan sebesar 0,11 persen dan baht Thailand sebesar 0,09 persen.

Penguatan dolar AS dipengaruhi oleh meningkatnya kehati-hatian investor dalam menyikapi kondisi ekonomi dunia. Di tengah situasi tersebut, investor cenderung mengalihkan dananya ke aset yang dinilai lebih aman, termasuk dolar AS. Dampaknya, mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, turut mengalami penurunan.

Selain sentimen global, pergerakan nilai tukar juga dipengaruhi oleh dinamika pasar keuangan internasional dan arah kebijakan moneter negara maju. Penguatan dolar membuat arus modal cenderung bergerak ke pasar yang dianggap lebih stabil, sehingga berdampak pada nilai tukar mata uang di negara berkembang.

Meski demikian, kondisi fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih relatif terjaga. Pertumbuhan ekonomi, inflasi yang terkendali, serta langkah stabilisasi yang dilakukan otoritas moneter menjadi faktor penopang di tengah tekanan eksternal. Bank Indonesia terus memantau terus mencermati perkembangan pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap sejalan dengan fundamental ekonomi.

Dalam jangka pendek, pergerakan rupiah diperkirakan masih dipengaruhi oleh sentimen global serta perkembangan ekonomi internasional. Pelaku pasar diharapkan tetap memperhatikan berbagai faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi nilai tukar dalam jangka pendek.